Senin, 20 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Budaya & Kultur » ‘Lantang Pangan” Simbol Penghormatan Terakhir Bagi Mereka yang Meninggal Muda

‘Lantang Pangan” Simbol Penghormatan Terakhir Bagi Mereka yang Meninggal Muda

  • account_circle Gibran
  • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
  • print Cetak

ZONAKATA.COM — TORAJA UTARA      Di tengah gelapnya malam Tambunan, Lembang Tallung Penanian, Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, cahaya berwarna-warni memantul dari sebuah miniatur tongkonan yang dihiasi pernak-pernik.

Suasananya khidmat namun hangat. Itulah “Lantang Pangan”, sebuah ritual yang hanya digelar bagi mereka yang berpulang di usia muda—sebagai penghormatan terakhir yang sarat makna dalam tradisi adat Rambu Solo’.

Pada Rabu 12 November 2025 malam lalu, keluarga besar almarhum Adnan Rante Allo berkumpul untuk melaksanakan prosesi yang semakin jarang ditemukan ini.

Di antara kerabat yang hadir, tampak kesedihan sekaligus penghormatan yang mendalam ketika keluarga membawa hasil panen berupa jagung, pisang, pa’piong (lemang) nasi, dan pa’piong babi untuk mengiringi lantang pangan yang akan diarak.

Bagi Adnan, salah satu kerabat almarhum, lantang pangan bukan sekadar rangkaian adat. Ia adalah wujud cinta terakhir yang diberikan keluarga kepada seseorang yang pergi terlalu cepat.

“Lantang pangan itu simbol penghormatan untuk mereka yang meninggal muda. Bukan soal umur, tapi apakah mereka sudah punya cucu atau belum. Almarhum ini masih punya anak-anak kecil dan memang masih muda,” tutur Adnan kepada Zonakata.

'Lantang Pangan" Simbol Penghormatan Terakhir Bagi Mereka yang Meninggal Muda

Ia menjelaskan bahwa keluarga tidak hanya menjalankan ritual ini sebagai kewajiban adat, tetapi sebagai ungkapan duka yang paling tulus.

“Keluarga sampaikan ke kami akan membuat lantang pangan sebagai tanda duka. Kalau dianalogikan sekarang, mungkin seperti karangan bunga, tapi jauh lebih mendalam,” ujarnya.

Lantang pangan yang dibangun malam itu berbentuk miniatur tongkonan, lengkap dengan ukiran kecil, hiasan tradisional, serta lampu-lampu yang memberi kesan hangat dan sakral.

Namun, jauh sebelum listrik dan lampu warna-warni digunakan seperti hari ini, masyarakat Toraja mengandalkan obor dari bambu dan lilin untuk menerangi prosesi tersebut.

“Sebelum ada lampu, terakhir saya lihat sekitar tahun 1999, masih pakai obor. Setelah itu lilin, tapi tidak bertahan lama karena minyak lilin bisa merusak bagian lantang pangan,” kenang Adnan.

Di balik gemerlap hiasan dan suasana yang tampak meriah, lantang pangan sesungguhnya adalah penegasan nilai-nilai paling mendasar bagi masyarakat Toraja yakni gotong royong, solidaritas, serta ikatan kekerabatan yang kokoh.

Prosesi ini tidak hanya mengenang yang telah pergi, tetapi juga merawat identitas budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Dalam setiap langkah arak-arakan malam itu, tampak jelas bahwa Lantang Pangan adalah bahasa cinta yang diungkapkan lewat tradisi atau penghormatan terakhir bagi seseorang yang kisah hidupnya belum genap, tetapi tetap dirayakan dengan penuh kehormatan.

Devin/ZK

  • Penulis: Gibran

Berita Lain

  • Pasutri di Tana Toraja Ditangkap karena Eksploitasi Anak di Tempat Hiburan Malam

    Pasutri di Tana Toraja Ditangkap karena Eksploitasi Anak di Tempat Hiburan Malam

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Gibran
    • visibility 194
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA  Kepolisian Resor (Polres) Tana Toraja mengamankan pasangan suami istri (pasutri) berinisial SS dan IW atas dugaan eksploitasi anak di bawah umur. Keduanya merupakan pemilik sebuah tempat hiburan malam (THM) di Kecamatan Mengkendek yang mempekerjakan tiga remaja perempuan sebagai pelayan. Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, menjelaskan bahwa kasus ini terbongkar setelah […]

  • Sudah Setahun Pegawai Dinas Kebudayaan Tana Toraja Hirup Bau Pesing

    Sudah Setahun Pegawai Dinas Kebudayaan Tana Toraja Hirup Bau Pesing

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 334
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Plafon hingga pipa wc ruangan di Kantor Dinas Kebudayaan Tana Toraja bocor. Akibatnya pegawai seringkali mencium bau pesing dan menyengat saat bekerja, Senin (15/8/2022). Dari pantauan zonakata.com, plafon kantor staf di Dinas Kebudayaan Tana Toraja itu bolong. Terlihat, beberapa pipa yang berhubungan langsung dengan toilet bocor. Akibatnya, rembesan air berbau pesing […]

  • Gubernur Sulsel Hadiri HUT Gowa ke 699

    Gubernur Sulsel Hadiri HUT Gowa ke 699

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2019
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 169
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – GOWA Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menghadiri puncak perayaan hari jadi (HUT) ke-699 Gowa, di Gowa Discovery Park, Benteng Somba Opu, Minggu (17/11). Adapun tema hari jadi Gowa “Dengan Semangat Hari Jadi Gowa ke-699, Kita Bangun Keunggulan Karakter Budaya Lokal dalam Memantapkan Kinerja Pemerintahan dan Laju Pembangunan”. “Gowa harus menjadi suri teladan, menjadi […]

  • Sukses Digelar, PKK Sulsel Apresiasi Pelaksanaan Ramadan Festival 2022

    Sukses Digelar, PKK Sulsel Apresiasi Pelaksanaan Ramadan Festival 2022

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 204
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – MAKASSAR Tim Penggerak PKK Sulsel memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Bazar Produk UMKM Ramadan Festival 2022 yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, mulai 5 hingga 14 April 2022. Kegiatan ini diikuti 80 pelaku UMKM dan berhasil mencatatkan transaksi Rp 137 juta lebih sepanjang pelaksanaan kegiatan. Mewakili Ketua TP PKK Sulsel, Andi Kasmawati Paturusi, […]

  • Bawaslu Tana Toraja Launching Desa Pengawasan

    Bawaslu Tana Toraja Launching Desa Pengawasan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2020
    • account_circle Gibran
    • visibility 287
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Bawaslu Kabupaten Tana Toraja melakukan Lounching Desa Pengawasan, Selasa 17 Maret 2020 di Tongkonan To’Pattung Lembang Maroson Kecamatan Kurra, Tana Toraja. Hadir dalam launching desa pengawasan itu, Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad. Dalam kesempatan itu Saiful menegaskan agar masyarakat Kurra khususnya warga Lembang Maroson untuk menghindari politik uang. “Politik uang selalu […]

  • 19 OPD Telah Cair, BKD Sulsel: Keterlambatan TPP Karena Penyesuaian Sistem Baru

    19 OPD Telah Cair, BKD Sulsel: Keterlambatan TPP Karena Penyesuaian Sistem Baru

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 429
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – MAKASSAR Kepala BKD Sulsel, Imran menegaskan, bahwa keterlambatan tambahan penghasilan pegawai (TPP) pada ASN Pemprov Sulsel dikarenakan membutuhkan penyesuaian dengan sistem baru. “Keterlambatan pencairan TPP itu, karena faktor adanya penyesuaian dengan sistem baru. Jadi ASN masih menyesuaikan dengan sistem yang baru,” kata Imran, Jum’at (17/6). Adapun perubahan sistem baru, diantaranya perubahan aplikasi e-kinerja […]

expand_less