Pertumbuhan Ekonomi Enrekang Tumbuh Positif 5,54 Persen pada Triwulan II-2025
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – ENREKANG Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Enrekang masih sangat bertumpu pada sektor pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura.
Dalam subsektor hortikultura semusim, bawang merah disebut menjadi penyumbang utama, yakni 60-80 persen dari total produksi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor BPS Kabupaten Enrekang, Andi Makmur Jaya, dalam pertemuannya dengan Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang di Kantor Bupati Enrekang, Rabu (8/10/2025).
Dalam pertemuan yang juga membahas data kemiskinan dan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 tersebut, Andi Makmur Jaya memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Enrekang dari Triwulan I ke Triwulan II tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 5,54 persen (quarter to quarter).
“Selama tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II selalu tumbuh lebih cepat dibandingkan triwulan sebelumnya,” ujar Andi Makmur Jaya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year), pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025 mengalami peningkatan meski melambat sebesar 0,06 persen.
“Jadi, laju pertumbuhannya secara year on year sebesar 0,06 persen dan quarter to quarter sebesar 5,54 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andi Makmur Jaya menyoroti kontribusi sektor primer yang didominasi pertanian sebesar 46,72 persen terhadap perekonomian Enrekang.
Sayangnya, sektor ini justru mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar 2,42 persen secara year on year.
“Kontraksi ini terutama disebabkan oleh penurunan produksi di sektor pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura, dibandingkan tahun sebelumnya,” tuturnya.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Enrekang hingga triwulan II-2025 tetap positif sebesar 2,94 persen (cumulative to cumulative).
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Bupati Enrekang Andi Tenri Liwang menyatakan optimisme bahwa sektor pertanian akan kembali bertumbuh.
Keyakinan ini salah satunya didorong oleh rencana penerapan jaminan gagal panen, khususnya untuk komoditas padi, yang akan berjalan pada tahun depan.
“Kami juga akan memberikan sertifikasi tanah untuk para petani bawang. Sertifikat ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai jaminan permodalan di sektor perbankan,” pungkas Andi Tenri Liwang.
- Penulis: zonakatacom
