Mentan Amran: Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah, Bukti Nyata Kolaborasi dan Kepemimpinan Presiden Prabowo
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – JAKARTA Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran), menegaskan bahwa kebijakan pangan nasional saat ini menunjukkan hasil nyata. Stok beras nasional telah mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, sekaligus menandai berakhirnya impor beras medium yang selama ini membebani negara.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, kita masih impor. Sekarang tidak lagi. Ini hasil dari gagasan besar Bapak Presiden RI, mulai dari regulasi, kolaborasi, sampai eksekusi,” ujar Mentan Amran dalam wawancara di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa (7/10/2025).
Amran menjelaskan, pemerintah berani melakukan deregulasi besar-besaran dengan mencabut lebih dari 240 aturan yang selama ini menghambat sektor pertanian.
“Dalam 10 bulan terakhir, ada 17 Perpres dan Inpres yang diterbitkan untuk memperkuat sektor pertanian. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” tegasnya.
Selain deregulasi, Kementerian Pertanian juga berkomitmen membangun lembaga yang bersih dan bebas korupsi.
“Kalau ada indikasi korupsi, langsung kita tindak. Belum tersangka pun, kalau terindikasi, kita berhentikan. Tidak ada kompromi,” kata Amran.
Langkah tegas juga diterapkan terhadap mafia pangan, pupuk palsu, dan beras oplosan. Penyederhanaan regulasi pupuk disebut menjadi salah satu kunci peningkatan produksi.
“Dulu pupuk langka, sekarang tidak lagi. Dari 145 regulasi disederhanakan agar produsen bisa langsung melayani petani,” jelasnya.
Kementerian Pertanian juga merefokuskan anggaran Rp1,7 triliun untuk memperkuat sektor produktif, mulai dari penyediaan benih hingga alat mesin pertanian. Keberhasilan ini, lanjut Amran, tidak lepas dari kolaborasi lintas lembaga dan daerah.
“Kita bergerak bersama Bulog, PIHC, Kemendag, ESDM, Menko Pangan, BUMN, Polri, TNI, hingga pemerintah daerah. Semua berorkestra,” ujarnya.
Hasilnya nyata. Stok beras nasional tertinggi sepanjang sejarah, tidak ada impor beras medium, Nilai Tukar Petani (NTP) naik ke 124,36, PDB pertanian meningkat, dan FAO memprediksi produksi beras Indonesia naik hingga 33,1 juta ton pada November 2025.
Amran mengakui bahwa perjuangan membela petani tidak mudah karena adanya perlawanan dari mafia impor. Namun kini, posisi Indonesia justru diburu negara lain untuk ekspor pangan.
“Tahun lalu kita impor 7 juta ton, sekarang negara lain justru ingin impor dari Indonesia,” katanya optimistis.
Pemerintah juga telah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah menjadi Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram, sehingga meningkatkan pendapatan petani hingga Rp113 triliun.
Selain itu, biaya produksi ditekan melalui penggunaan teknologi dan alat pertanian dengan total nilai investasi hampir Rp10 triliun.
Indonesia kini juga mulai berkontribusi di tingkat global, di antaranya melalui pengiriman bantuan 10.000 ton beras untuk Palestina.
“Kami juga menyiapkan solusi permanen dengan pengembangan lahan hortikultura di Kalimantan Utara untuk mendukung Palestina,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Mentan Amran menyampaikan optimismenya bahwa pertanian akan menjadi pilar menuju Indonesia Emas.
“Ke depan, fokus kita ada pada enam komoditas unggulan — kakao, kelapa, kopi, mente, pala, dan sawit — dengan nilai investasi mencapai Rp371,6 triliun dan serapan tenaga kerja sekitar 8,6 juta orang,” pungkasnya.
- Penulis: zonakatacom
