Pemprov Sulsel Apresiasi Penelitian KONEKSI tentang Ketahanan Iklim di Indonesia Timur
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengapresiasi penelitian Kolaboratif Hibah KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia – Indonesia) terkait Model Ketahanan Iklim Masa Depan dengan Melibatkan Masyarakat (MoFCREC) di Indonesia Timur.
Hal ini disampaikan saat kunjungan lapangan di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Senin (18/8/2025).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami sangat mengapresiasi penelitian kolaboratif Hibah KONEKSI. Harapannya, penelitian ini tidak hanya menjadi teori, tetapi benar-benar dapat diaplikasikan langsung di lapangan,” kata Jufri.
Menurutnya, Pelabuhan Paotere bukan sekadar simbol kejayaan maritim masa lalu, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pesisir yang memiliki nilai strategis dan historis. Karena itu, hasil riset diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pesisir.
“Saat ini, Pemprov Sulsel sedang merampungkan RPJMD 2025–2029 sebagai acuan kerja pembangunan daerah. Saya berharap hasil penelitian KONEKSI bisa segera disampaikan ke Bappelitbangda Sulsel agar menjadi rujukan konkret dalam penyusunan kebijakan,” jelasnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, menyampaikan harapan agar penelitian KONEKSI memberi dampak nyata.
“Penelitian ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Kami berharap hasilnya bisa digunakan oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota Makassar untuk membantu masyarakat, sehingga ada perubahan nyata,” ujarnya.
Diketahui, KONEKSI merupakan program kerja sama Pemerintah Australia dan Indonesia yang berfokus pada pemanfaatan solusi berbasis pengetahuan untuk kebijakan dan teknologi yang inklusif serta berkelanjutan.
Dalam penelitian ini, KONEKSI berfokus pada tiga lokasi, yakni Sulawesi Selatan (Makassar), Nusa Tenggara Barat (Lombok), dan Nusa Tenggara Timur (Kupang). Hasil kajian ditujukan untuk mendukung pemerintah dalam merancang strategi ketahanan iklim yang inklusif, khususnya bagi perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas di kawasan Indonesia Timur.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi riset KONEKSI oleh Prof. Sharyn Davies (Monash University) bersama tim peneliti, yakni Rosmiati Sain (LBH Apik Makassar) dan Nur Syarif Ramadhan (PerDIK Foundation), dengan moderator Prof. Sudirman Nasir (Universitas Hasanuddin).
- Penulis: zonakatacom
