Bupati Mamasa Tegas: Kurangi Rapat, Perbanyak Aksi Tangani Stunting dan Kemiskinan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
- print Cetak

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi (foto Istimewa)
ZONAKATA.COM – MAMASA Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melontarkan pernyataan tegas dalam pembukaan Lokakarya Program Penanganan dan Pencegahan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (PASTIPADU) Sulbar yang digelar di Aula Bappeda, Rabu (13/08/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Welem menekankan bahwa penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem tidak bisa hanya dilakukan melalui rapat-rapat di ruang ber-AC, melainkan harus diiringi dengan aksi nyata di lapangan.
“Saya mengajak semua pihak untuk mengurangi rapat dan memperbanyak aksi nyata di lapangan. Lebih baik biaya rapat digunakan membantu anak-anak yang kekurangan gizi agar segera terbebas dari stunting,” tegasnya.
Bupati juga mendorong agar petugas stunting aktif mendatangi sekolah-sekolah dan keluarga rentan guna mengidentifikasi langsung permasalahan serta memberikan solusi di tempat.
“Rakyat Mamasa menunggu uluran tangan kita. Masih banyak warga yang membutuhkan BPJS tapi belum ter-cover. Saya yakin, Mamasa bisa keluar dari kemiskinan ekstrem dan mencapai zero stunting jika kita tulus melayani,” lanjutnya.

Nampak Lokakarya Program Penanganan dan Pencegahan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (PASTIPADU) Sulawesi Barat yang digelar di Aula Bappeda Kabupaten Mamasa (foto Istimewa)
Langkah tegas Pemkab Mamasa mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Barat, Hj. Darmawati, yang hadir dalam acara tersebut.
Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk mempercepat penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.
“Isu stunting erat kaitannya dengan sanitasi, ekonomi, dan juga pernikahan dini. Semua sektor harus bergerak bersama,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kabid Dokes Polda Sulbar, Kombespol dr. Effri Susanto, menyoroti maraknya pernikahan usia dini sebagai salah satu akar masalah stunting.
Ia mendorong adanya regulasi yang menjamin anak-anak bisa menyelesaikan pendidikan setidaknya hingga tingkat SMA.
“Anak harus sekolah, bukan menikah. Kita butuh regulasi yang melindungi mereka dari risiko pernikahan dini yang memperparah kemiskinan dan stunting,” tandasnya.
Lokakarya ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Mamasa yang lebih sehat dan sejahtera.
Penekanan pada aksi nyata, keterlibatan langsung di masyarakat, serta penguatan edukasi diharapkan mampu mempercepat tercapainya target zero stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.*
- Penulis: zonakatacom
