Dua Unit Rotavator Kementan Tiba di Mamasa, Bupati: Harus Diakses Semua Petani
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Senin, 7 Jul 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAMASA Kabupaten Mamasa terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi modern.
Salah satu langkah nyatanya adalah penerimaan bantuan mesin rotavator dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Alat ini diharapkan dapat mempercepat pengolahan lahan dan mendukung petani di daerah pegunungan seperti Mamasa.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian Bernard dan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), melakukan uji coba mesin rotavator di halaman Kantor Dinas Pertanian pada akhir pekan lalu.
Bupati menegaskan bahwa alat ini merupakan milik publik dan harus bisa diakses oleh seluruh petani, bukan hanya kelompok tertentu.
“Rotavator ini tidak boleh dikuasai oleh satu kelompok saja. Jika ada petani yang ingin menggunakannya, silakan ajukan permohonan ke Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di wilayah masing-masing. Pemerintah hadir untuk melayani semua petani, bukan segelintir orang,” tegas Welem.
Bantuan mesin rotavator ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Daerah Mamasa dengan Kementan, yang difasilitasi oleh anggota DPR RI Komisi IV, Ajbar. Saat ini, baru dua unit yang telah diterima dari total lima unit yang dijanjikan.
Meski belum sepenuhnya terealisasi, Bupati menyatakan optimisme bahwa bantuan tambahan akan segera datang.
Plt. Kadis Pertanian Mamasa, Bernard, mengungkapkan bahwa dua unit rotavator yang sudah diterima adalah hasil pertemuan dengan Menteri Pertanian RI saat audiensi di Kementan beberapa waktu lalu.
“Ini bukti bahwa pertemuan dan komunikasi aktif membuahkan hasil. Meski belum semua terpenuhi, dua unit ini menjadi langkah awal yang sangat berarti,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KTNA Mamasa, Yulius, menyambut baik bantuan ini. Menurutnya, rotavator sangat dibutuhkan petani untuk mempercepat pengolahan lahan, terutama di daerah dataran tinggi yang memiliki tantangan geografis.
“Ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap petani,” katanya.
Selain uji coba rotavator, KTNA juga mendiskusikan sejumlah agenda strategis dengan Pemerintah Daerah, seperti percepatan Indikasi Geografis (IG) Kopi Mamasa, pengembangan komoditas unggulan, serta persiapan menghadapi Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan 2026 di Gorontalo.
Bupati Welem menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, KTNA, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan pertanian modern yang berkelanjutan.
“Kita harus bergerak ke pertanian yang efisien, berbasis teknologi, dan data. Peran KTNA sangat strategis dalam mendorong perubahan ini,” pungkasnya.*
- Penulis: zonakatacom
