Pemerintah Genjot Produksi Gula Nasional, Petani Jadi Fokus Utama
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – BANYUWANGI Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional melalui pembenahan menyeluruh dari hulu ke hilir.
Hal ini disampaikannya saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Kebun Tebu Jolondoro, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/6/2025), dalam rangka panen raya dan penanaman tebu.
“Kami lakukan pembenahan total dari hulu ke hilir. Mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek penjualan. Tujuannya sederhana, petani harus diberi ruang untuk untung. Kalau petani rugi, mereka jera menanam,” tegas Amran.
Kementerian Pertanian telah menyusun Roadmap Swasembada Gula Nasional dengan target swasembada gula konsumsi pada 2028, dan swasembada total, termasuk kebutuhan industri dan bioetanol pada 2030.
Namun demikian, Mentan optimistis target tersebut bisa dicapai lebih cepat, seiring dengan dorongan kuat dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran.
“Kalau sistem penjualan kita benahi agar petani untung, maka mereka pasti akan terus menanam. Itu logikanya. Karena itu, kami juga dorong hilirisasi agar distribusi dan harga lebih adil bagi petani,” jelasnya.
Wakil Presiden Gibran turut menekankan pentingnya swasembada gula sebagai prioritas pemerintah, menyusul keberhasilan di sektor beras.
“Target kita paling lambat 2027. Ini akan kita kejar, dan insya Allah hasilnya bisa seperti beras, harganya baik dan semua pihak diuntungkan. Ini komitmen dari pemerintah, dari Presiden Prabowo, untuk menjadikan swasembada pangan sebagai fokus utama,” ujar Gibran.
Dalam dialog bersama petani, Gibran menerima berbagai masukan terkait kebutuhan mekanisasi, pupuk, dan harga jual yang menguntungkan. Ia memastikan bahwa Presiden memantau langsung perkembangan sektor pertanian, termasuk gula.
“Sekarang PR nya Pak Mentan adalah gula. Perlu ketegasan dan langkah konkret. Presiden pasti backup penuh. Kita ingin sektor ini sukses seperti beras. Dan kuncinya, petani harus untung,” tegas Gibran.
Ia pun mendorong kolaborasi semua pihak kementerian teknis, pemerintah daerah, hingga BUMN untuk bekerja bersama mempercepat swasembada pangan dalam dua tahun ke depan.
“Kita support penuh. Dua tahun ini harus beres. Dibutuhkan kerja keras bersama dari kepala daerah, para Dirut, Pak Wamen, semua. Yang penting petani terbantu dan produksi meningkat,” ujarnya.
Berdasarkan taksasi awal 2025, produksi gula nasional diperkirakan mencapai 2,901 juta ton dari areal sekitar 538 ribu hektare. Dengan rata-rata realisasi 95 persen, produksi aktual diprediksi mencapai 2,75 juta ton tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Untuk mempercepat pencapaian target, pemerintah menerapkan strategi intensifikasi melalui bongkar ratoon seluas 275 ribu hektare hingga 2027, didukung intervensi benih unggul, perbaikan irigasi, dan distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran.
Strategi ini dilengkapi dengan perluasan areal tebu seluas 500 ribu hektare, 200 ribu hektare untuk kebun inti dan 300 ribu hektare untuk plasma, serta pembangunan dan reaktivasi 10 unit pabrik gula di Jawa dan luar Jawa.
“Investasi di sektor ini akan memberikan efek ganda, mulai dari peningkatan produksi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi nasional,” pungkas Mentan Amran.*
- Penulis: zonakatacom
