BKKBN Sulsel Gelar Pelayanan KB Serentak dan Penguatan 1000 HPK di Toraja Utara
- account_circle Gibran
- calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Toraja Utara menggelar serangkaian kegiatan pelayanan KB serentak, internalisasi pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pemantauan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).
Kegiatan yang berlangsung Selasa (3/6/2025) ini dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yakni Playgroup Talitakum, UPT Puskesmas Rantepao, dan Aula Dinas Perpustakaan Toraja Utara.
Kepala BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin menekankan pentingnya integrasi program Tamasya dalam mendukung pengasuhan anak usia dini. Ia menyatakan bahwa seluruh kabupaten/kota di Sulsel sudah memiliki program ini sebagai upaya bersama dalam peningkatan kualitas pengasuhan anak.
Dalam kesempatan yang sama, Shodiqin juga menyoroti upaya pencegahan stunting melalui pelatihan pengasuhan anak, sekaligus mengapresiasi keberhasilan Toraja Utara yang berhasil menurunkan angka stunting sebesar 1,1% menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Di UPT Puskesmas Rantepao, BKKBN mengukuhkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai mitra strategis dalam program keluarga berencana dan pencegahan stunting.
Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), di mana lebih dari 100 akseptor KB di Toraja Utara mendapat pelayanan kesehatan.
Shodiqin menjelaskan bahwa saat ini BKKBN fokus pada lima program utama meliputi Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Gerakan Ayah Asuh Cegah Stunting, Program Lansia Berbudaya, serta pengembangan aplikasi pendukung KB dan kesehatan keluarga.
Kepala DP3AP2KB Toraja Utara, dr. Lina Rombe, menegaskan pentingnya peran aktif penyuluh dan tenaga kesehatan dalam mengawal kesehatan ibu hamil dan balita.
Ia meminta seluruh penyuluh di tingkat kecamatan hingga desa untuk memastikan ibu hamil rutin mengikuti posyandu, memberikan ASI eksklusif, serta mendapat pendampingan gizi yang berkualitas sebagai langkah strategis menciptakan generasi Toraja Utara bebas stunting.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Rantepao Marthen Panggalo, perwakilan TNI, tenaga medis Puskesmas Rantepao, serta para penyuluh KB.
Melalui kolaborasi multipihak ini, BKKBN dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara berkomitmen untuk terus mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga di daerah tersebut.
Risna
- Penulis: Gibran
