Pembangunan Infrastruktur Difokuskan ke Wilayah Lembang, Dapil 3 dan 5 Jadi Prioritas Utama di Toraja Utara
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menetapkan fokus pembangunan infrastruktur pedesaan sebagai prioritas utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025–2029.
Dua isu utama yang menjadi sorotan dalam forum ini adalah pemerataan pembangunan infrastruktur dan peningkatan indikator makro ekonomi daerah.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menyampaikan bahwa sekitar 70 persen alokasi anggaran infrastruktur tahun ini akan difokuskan ke wilayah pedesaan atau lembang.
Ia menyebut, selama ini masih banyak daerah yang belum mendapatkan intervensi pembangunan secara optimal, terutama di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 dan Dapil 5 yang kini ditetapkan sebagai prioritas utama.
“Selama ini Dapil 3 dan 5 sering terabaikan. Tahun ini kita ubah. Mereka menjadi skala perioritas utama,” ucap Bupati Frederik, Rabu (28/5/2025).
Dapil 3 mencakup Kecamatan Buntao’, Nanggala, Rantebua, dan Tondon, sedangkan Dapil 5 meliputi wilayah Awan Rante Karua, Baruppu’, Buntu Pepasan, Dende Piongan Napo, Kapalapitu, dan Rindingallo.
Menurut Bupati, wilayah-wilayah ini memiliki kondisi geografis yang berat serta aksesibilitas yang terbatas, sehingga selama bertahun-tahun kurang tersentuh pembangunan infrastruktur dasar.
Dalam forum Musrenbang tersebut, pemerintah daerah juga menyampaikan sejumlah usulan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk sepuluh program prioritas pembangunan, tiga permohonan bantuan keuangan, dan dua permintaan hibah untuk mendukung agenda strategis daerah ke depan.
Musrenbang kali ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap pencapaian pembangunan makro hingga akhir tahun 2024. Bupati Frederik menyampaikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Toraja Utara menunjukkan tren positif, dengan peningkatan dari 3,94 persen menjadi 4,4 persen.
Tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 2,6 persen menjadi 2,44 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 72,31 yang masih masuk dalam kategori tinggi.
Bupati menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menata arah pembangunan daerah secara terukur dan inklusif.
Ia juga mengingatkan bahwa dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus dijadikan panduan utama dalam menjalankan pembangunan lima tahun ke depan, bukan hanya sebagai pelengkap administrasi belaka.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Selatan, Amson Padolo, yang hadir mewakili Gubernur Sulsel, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah-langkah strategis Pemkab Toraja Utara.
Dalam sambutannya, Amson menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan visi pembangunan daerah yang sejalan dengan arah pembangunan provinsi.*
- Penulis: zonakatacom
