Wapres Gibran dan Mentan Amran Tanam Padi di Ngawi, Perkuat Produksi dan Dukung Petani
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – NGAWI Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Desa Gempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (23/5/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat gerakan tanam padi.
Dalam kegiatan tersebut, Wapres dan Mentan turun langsung ke sawah, melakukan penanaman padi bersama para petani dari Kelompok Tani Nglencong Sari.
Penanaman dilakukan dengan menggunakan alat rice transplanter dan memanfaatkan varietas unggul Inpari 32 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi, yakni 8–8,5 ton per hektare.
Wapres Gibran menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen hadir di tengah-tengah petani, memastikan ketersediaan sarana produksi seperti pupuk, air, dan irigasi.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung pemerintah dalam membangkitkan semangat petani dan menjaga keberlanjutan produksi pangan dalam negeri.
“Beberapa minggu ini saya dan Pak Menteri keliling ke beberapa daerah. Minggu lalu kami di NTT. Kami pastikan pupuknya lancar, airnya cukup, irigasi jalan, dan hasil panennya baik,” ujar Wapres Gibran.
Meski capaian sektor pertanian saat ini menunjukkan tren positif, Wapres Gibran menyampaikan bahwa pemerintah tetap membuka ruang bagi para petani untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan yang nantinya akan ditindaklanjuti sebagai bentuk perbaikan berkelanjutan.
“PR kita belum selesai semua. Masih ada tantangan di beberapa tempat. Tapi InsyaAllah, dari masukan Bapak Ibu semua, akan kita carikan solusi satu per satu, entah itu soal bibit, pupuk, atau kebutuhan lainnya,” tegasnya.
Senada dengan Wapres, Mentan Amran menekankan bahwa Kabupaten Ngawi merupakan salah satu daerah strategis dalam mendukung produksi padi nasional.
Dengan luas panen mencapai 123 ribu hektare dan produktivitas rata-rata 6,22 ton per hektare, Ngawi telah berkontribusi besar dalam penyediaan beras bagi masyarakat Indonesia.

“Ngawi luar biasa. Di sini bisa panen sampai tujuh kali dalam dua tahun, dan produktivitasnya termasuk yang tertinggi. Ini harus kita pertahankan dan dorong terus,” kata Amran.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Pertanian terus menggelontorkan bantuan sarana produksi dan alat mesin pertanian (alsintan).
Selama tahun 2024–2025, Ngawi telah menerima beragam bantuan, antara lain benih padi unggul, traktor roda dua dan empat, pompa air, electric handsprayer, serta infrastruktur irigasi seperti perpompaan dan perpipaan.
Dengan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan penuh dari para petani, Kabupaten Ngawi diharapkan terus menjadi salah satu motor penggerak swasembada pangan nasional.*
- Penulis: zonakatacom
