Andi Amran Luruskan Isu Teguran Wapres, Tekankan Komitmen Lawan Mafia Pangan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Senin, 21 Apr 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluruskan informasi yang beredar terkait video pidatonya yang viral, yang menyebut dirinya pernah ditegur Wakil Presiden terkait upaya pemberantasan mafia pangan.
Ia menegaskan, teguran tersebut terjadi di masa lalu dan tidak berkaitan dengan Wakil Presiden saat ini, Gibran Rakabuming Raka.
“Perlu saya klarifikasi, teguran itu terjadi dulu, bukan dari Wapres saat ini. Dan itu pun saya anggap sebagai teguran yang positif, karena mendorong saya lebih hati-hati dan semakin berani dalam memberantas mafia pangan,” kata MentanvAmran usai menghadiri sebuah acara di Makassar, Jumat (18/4/2025).
Mentan Amran menegaskan, Wapres Gibran justru memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pemberantasan mafia pangan dan korupsi yang tengah digencarkan Kementerian Pertanian.
“Pak Gibran sangat mendukung. Presiden dan Wapres solid mendukung gerakan bersih-bersih pangan dan membela petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pernyataan dalam video tersebut disampaikan dalam konteks akademik sebagai refleksi atas pengalaman masa lalu dalam memperjuangkan ketahanan pangan nasional.
“Saya ingin menunjukkan bahwa untuk menghadapi mafia pangan, kita harus berani. Dan keberanian itu harus didukung oleh pemimpin. Sejauh ini, semua Presiden dan Wakil Presiden yang saya dampingi, termasuk Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, memberikan dukungan penuh,” tegasnya.
Mentan Amran juga mengungkap hasil dari komitmen pemberantasan mafia pangan yang dilakukan pemerintah.
Dalam periode sebelumnya, sebanyak 784 kasus mafia pangan berhasil diungkap, dengan 411 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus-kasus tersebut mencakup pelanggaran di sektor pupuk, hortikultura, peternakan, hingga praktik curang dalam distribusi beras.
“Di internal Kementan sendiri, lebih dari 1.500 pegawai telah dikenai demosi dan mutasi karena pelanggaran disiplin dan integritas. Ini adalah bagian dari gerakan bersih-bersih yang dilakukan tanpa pandang bulu,” jelasnya.
Dalam 130 hari pertama Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, Kementan mencatat capaian signifikan, 20 orang ditetapkan sebagai tersangka dan 50 perusahaan tengah diproses hukum karena merugikan negara dan petani.
Mentan Amran juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan potongan video untuk memecah soliditas pemerintah.
“Saya tegaskan, jangan coba-coba adu domba saya dengan Wapres. Semua Presiden dan Wapres yang saya dampingi, termasuk Wapres Gibran, punya komitmen yang sama: bersih-bersih mafia pangan dan membela petani,” katanya.
Ia pun mengirimkan pesan tegas kepada para pelaku mafia pangan dan simpatisannya agar tidak mengganggu stabilitas ketahanan pangan nasional.
“Saat ini jalan menuju swasembada semakin terbuka lebar. Jangan ada yang mencoba mengganggu. Kami tegak lurus pada Presiden dan Wapres. Kami solid untuk kedaulatan dan ketahanan pangan Indonesia,” tegas Mentan.
Sebagai bagian dari langkah strategis, Kementan akan terus memperkuat sinergi dengan KPK, Polri, dan Kejaksaan dalam membersihkan praktik mafia pangan dan menegakkan kebijakan pro-petani secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.(*)
- Penulis: zonakatacom
