Menyusuri Aroma Kopi Uluway Toraya Yang Penikmatnya Hingga Pulau Jawa
- account_circle Gibran
- calendar_month Sabtu, 6 Jul 2019
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA
Varietas kopi merujuk kepada subspesies kopi. Biji kopi dari dua tempat yang berbeda biasanya juga memiliki karakter yang berbeda, baik dari aroma, kandungan kafeinnya, rasa dan tingkat keasaman.
Ciri-ciri ini tergantung pada tempat tumbuhan kopi itu tumbuh, proses produksi serta perbedaan genetika subspesies kopi itu sendiri.
Seperti Aroma Kopi Uluway Toraya (Aku Toraya), bersumber dari kopi yang ditanam di daerah pegunungan Sinaji – Latimojong tepatnya di Lembang (Desa) Uluway dengan ketinggian rata-rata 1200 Mdpl.

Uluway adalah sebuah nama desa kecil dan terpencil, yang terletak diujung Kabupaten Tana Toraja, merupakan wilayah perkebunan kopi rakyat dimana 90% warga masyarakat adalah petani Kopi.
Kopi dari Uluway ini memiliki aroma yang khas, tingkat keasaman yang seimbang dan memiliki ciri yang khusus. Warnanya coklat tua. Kopi ini cocok untuk disangrai secara alami sehingga aromanya semakin terasa.
Kini Badan Usaha Milik Lembang (desa) (BUMLem) Pong Toding Lembang Uluway mulai memproduksi “Aroma Kopi Uluway Toraya” guna memaksimalkan potensi masyarakat yang sebagian besar adalah petani kopi.

Pengelola BUMLem, Ronny Parassa mengatakan dengan adanya produksi kopi bubuk ini maka kedepan masyarakat tidak lagi kesulitan dalam memasarkan hasil panen kopinya.
“Tentunya harga jual kopi masyarakat kepada BUMLem akan kompetitif dan stabil,” ungkap Ronny.
Ia mengatakan, walaupun produksi Aroma Kopi Uluway Toraya baru berjalan selama satu bulan namun pasar kopi khas Uluway ini sudah sampai ke Jakarta, Surabaya dan sejumlah daerah yang ada dipulau Jawa.
“Sistem penjualan, selain dipasarkan secara langsung, kita juga menjualnya secara online,” ujar Ronny.
Dikatakan, dengan berproduksinya BUMLem Pong Toding ini maka diharapkan kedepan Pendapatan Asli Lembang (PAL) dari profit penjualan kopi bubuk ini dapat mendorong pembangunan Lembang Uluway menjadi Desa Mandiri.
Selain itu akan dapat menciptakan benefit bagi masyarakat, karena semua hasil panennya terserap oleh BUMLem dengan harga yang kompetitif, sehingga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih giat berkebun.
“Kendala utama masyarakat selama ini adalah pasar dan harga jual. Dengan adanya BUMLem ini maka masyarakat tidak perlu lagi memikirkan dimana akan dipasarkan hasil panennya.” pungkasnya. **
- Penulis: Gibran
