Praktisi Hukum Asal Toraja Ajak Lembaga Keagamaan Tak Terlibat Politik Praktis
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Praktisi hukum asal Toraja, Yohana Galenta, mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana perpolitikan yang aman dan damai, terutama menjelang Pilkada. Ia menekankan agar lembaga-lembaga keagamaan tidak terlibat dalam politik praktis.
“Dalam proses Pilkada seperti ini, seharusnya lembaga-lembaga pemuka agama tidak terlibat dalam politik praktis. Lembaga keagamaan harus menjadi teladan, mendamaikan saat terjadi perselisihan, memberikan pencerahan, dan menjadi solusi atas berbagai problematika umat, bukan terlibat dalam politik,” ujar Yohana.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang berupaya memanfaatkan tokoh agama demi kepentingan politik. Menurutnya, tindakan semacam itu akan mendegradasi peran utama pemuka agama dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
“Seharusnya lembaga keagamaan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai kedamaian,” tambahnya.
Yohana mengajak seluruh pihak, terutama lembaga keagamaan, untuk menjaga dan meningkatkan kerukunan umat beragama. Apalagi, indeks kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan. Di era kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman, ia menilai semua umat beragama diayomi dengan baik.
Pada tahun 2023, indeks kerukunan umat beragama di Sulsel mencapai 76,95 poin, lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 76,02 poin.
“Kita semua harus menjaga dan terus meningkatkan indeks kerukunan ini. Jangan sampai masyarakat diadu domba dengan isu-isu SARA,” tegas Yohana.
- Penulis: zonakatacom
