Minggu, 19 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Gen Z » Tambang Diantara Kesejahteraan dan Ancaman Kerusakan Lingkungan dan Budaya Toraja

Tambang Diantara Kesejahteraan dan Ancaman Kerusakan Lingkungan dan Budaya Toraja

  • account_circle zonakatacom
  • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
  • print Cetak

Penulis : Al Kadri Parende
(Tulisan ini meraih Juara 2 pada Lomba Menulis Tingkat SMA dan Mahasiswa dalam rangka memperingati 4 Tahun media Zonakata.com)

Berbicara tentang Toraja memang tidak pernah ada habisnya, mulai dari aspek budaya dan adat istiadatnya yang sudah dikenal sampai ke manca negara, pariwisata, dan bahkan sampai kepada tatanan kehidupan masyarakat Toraja.

Seperti pada tema tulisan ini yang membahas mengenai Lingkungan hidup masyarakat Toraja, dan tambang yang mulai mengancam tatanan kehidupan masyarakat Toraja yang memiliki Falsafah kehidupan Tallu Lolona yang memiliki hubungan antara manusia, hewan, dan tumbuhan yang saling kait mengait dan hidup menghidupi di atas bumi.

Dalam budaya dan adat istiadat masyarakat Toraja pasti tidak akan terlepas dari unsur lingkungan hidup mulai dari hewan, tumbuhan,air, tanah, dan berbagai unsur lingkungan hidup. Karena masyarakat Toraja memiliki beberapa acara adat misalnya Rambu Solo dan Rambu Tuka, yang dalam proses pelaksanaannya memerlukan unsur lingkungan hidup maupun falsafah kehidupan Tallu Lolona yang sangat berpengaruh pada budaya dan adat istiadat masyarakat Toraja.

Saat ini di Tana Toraja telah di terbitkan setidaknya dua izin usaha pertambangan yaitu PT Christina Eksplo Mining (CEM) seluas 3.200 ha dan PT Tator International Industrial (TII) seluas 340 ha. Komoditas tambang yang akan diusahakan adalah Galena DMP (PT CEM) dan logam dasar (PT TII). Dan yang kita ketahui Toraja berada di dataran tinggi, rencana penambangan kedua perusahaan ini akan mengancam keselamatan masyarakat Toraja, kelestarian lingkungan hidup bahkan Falsafah masyarakat Toraja yaitu Tallu Lolona akan terancam karena hilangnya ekosistem hewan dan tumbuhan.

Industri pertambangan bukan hanya mengambil isi perut bumi tetapi juga menganggu dan merusak hutan yang berdampak pada rusaknya ekosistem dan menganggu keberlangsungan hidup masyarakat toraja. Yang kita ketahui bahwa Toraja adalah daerah agraris yang hidup dan matinya bergantung pada alam sesuai dengan Falsafah masyarakat Toraja yaitu Tallu Lolona (Lolo Tau, Lolo Patuan, Lolo Tananan).

Hadirnya tambang di toraja akan berdampak sangat buruk terhadap kehidupan masyarakat Toraja. Kelompok rentan yang akan secara langsung mengalami dampak dari tambang adalah petani dimana limbah b3 atau zat beracun hasil buangan Tambang akan mencemari aliran sungai atau sumber air yang dimana air adalah kebutuhan paling mendasar yang digunakan oleh petani untuk mengelola persawahannya secara otomatis produktivitas hasil petani akan menurun akibat rusaknya persawahan karean dialiri oleh air yang tercemar.

Selanjutnya adalah perempuan dimana perempuan dalam masyarakat toraja adalah yang paling banyak bersentuhan dengan air untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka serta menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.

Kemudian anak-anak dalam menjalani atau merebut kemerdekaan masa kecilnya harus terbebas dari berbagai bentuk tekanan dan ancaman baik dari segi kesehatan serta ancaman yang dapat secara langsung mengancam kehidupan mereka (air,hutan,iklim udara yang bersih dan sehat adalah tempat mereka mencari kebebasan untuk pengembangan mereka).

Keberadaan industri tambang pada suatu daerah akan menarik masyarakat luar Toraja untuk masuk ke toraja dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi mereka dengan menjadi pekerja/buruh.

Masuknya orang luar ini akan membuka ruang yang dapat menggeser budaya toraja akibat masuknya budaya luar yang dibawa oleh pendatang yang akan menetap di toraja serta mengundang konflik horizontal antara masyarakat pendatang dan pribumi (c0ntoh di daerah-daerah tambang semisal di kalimantan suku bugis Vs Suku dayak, morowali Suku Toraja vs Pribumi, Di papua pendatang beberapa Suku dan orang asli Papua dll.)

Tambang memang memiliki sisi positif yang dalam artian dapat merekrut tenaga kerja dan menambah kekayaan pemrakarsa, tetapi usaha pertambangan memiliki banyak sisi negatif mulai dari dampak kerusakan alamnya sampai pada dampak kerusakan sosial budaya.

Industri pertambangan akan merusak bentang alam, merusak keindahan Toraja dimana dikenal sebagai daerah destinasi wisata, dan bahkan situs-situs budaya dan adat istiadat masyarakat Toraja akan terancam hilang.

Misalnya pada wilayah yang rencana tempat konsesi pertambangan PT Christina Explo Mining ( PT.CEM). Ada 6 pemukiman yang masuk dalam wilayah konsesi, 2 rumah adat tongkonan, kuburan batu atau liang. Jika tambang ini beroperasi situs adat tongkonan dan liang pasti akan digusur atau dihilangkan.

Hadirnya industri tambang di Toraja akan berdampak hilangnya ekosistem dan kebudayaan bahkan akan mengganggu sampai ke sendi-sendi kehidupan masyarakat yang ada di Toraja, kita bisa mengangkat solusi untuk menghalau masuknya konsesi pertambangan yang akan merusak kelestarian lingkungan hidup dan bahkan hilangnya ekosistem kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Toraja.

Bahwa Toraja adalah daerah agraris dan pariwisata, yang bisa menyelamatkan Toraja dari kemiskinan adalah pertanian, perkebunan dan pariwisata. Tambang hanya akan merusak seluruh sektor-sektor yang sudah menjadi warisan leluhur masyarakat Toraja ratusan tahun lalu sebelum negara ini merdeka.

  • Penulis: zonakatacom

Berita Lain

  • 260 Pendaftar Panwascam Bawaslu Toraja Utara, 9 Orang Terdaftar di Partai Politik

    260 Pendaftar Panwascam Bawaslu Toraja Utara, 9 Orang Terdaftar di Partai Politik

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 413
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Toraja Utara membuka pendaftaran calon Panitia Pangawas Pemilu (Panwaslu) tingkat Kecamatan. Pendaftaran dibuka sejak Rabu (21/9) lalu sampai Selasa (27/9) kemarin, dan rencananya akan diperpanjang menurut Ketua Bawaslu Toraja Utara, Andarias Duma. Bawaslu Toraja Utara menemukan sembilan orang calon Panwascam yang ikut mendaftar ternyata namanya terdaftar […]

  • Lingkar Masyarakat Bersatu (Libas) Massenrempulu Dukung Kebijakan Pj. Bupati Enrekang

    Lingkar Masyarakat Bersatu (Libas) Massenrempulu Dukung Kebijakan Pj. Bupati Enrekang

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 289
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – ENREKANG   Ratusan demonstran yang tergabung dalam Lingkar Masyarakat Bersatu (Libas) Massenrempulu menggelar aksi damai di Kantor Bupati Enrekang, Selasa (5/11/2024). Massa aksi ini menyampaikan apresiasi atas kebijakan yang diambil Pj. Bupati Enrekang, Marwan Mansyur, setelah hampir dua pekan memimpin Kabupaten Enrekang. Perwakilan pemerintah yang menemui massa, yaitu Tajuddin Far Far, menerima pernyataan dukungan […]

  • Sambangi Bawaslu Toraja Utara, Asradi Ingatkan Penyaluran Bansos Harus Diawasi Jangan Sampai Dipolitisasi

    Sambangi Bawaslu Toraja Utara, Asradi Ingatkan Penyaluran Bansos Harus Diawasi Jangan Sampai Dipolitisasi

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2020
    • account_circle Gibran
    • visibility 146
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Koordinator Devisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sulsel, Asradi melakukan Supervisi ke Bawaslu Kabupaten Toraja Utara dan 2 Sekretariat Panwaslu Kecamatan belum lama ini. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan jajaran Bawaslu Toraja Utara dalam menghadapi Pilkada serentak 2020. Dalam kunjungannya, Asradi melakukan rapat koordinasi bersama Jajaran Bawaslu Toraja Utara. Dalam rapat tersebut […]

  • Gubernur Andi Sudirman Resmikan Mess Andalan Malino

    Gubernur Andi Sudirman Resmikan Mess Andalan Malino

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2022
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 316
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – GOWA Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman meresmikan Mess Andalan Malino di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, 4 November 2022. Peresmian ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Hadirnya Mess Andalan milik Pemprov Sulsel ini pun bisa meningkatkan PAD bagi Sulsel. Terlebih, Malino dikenal sebagai salah […]

  • Dikunjungi Mendiktisaintek RI, Andi Irwan Ungkap Keinginannya Dirikan Perguruan Tinggi Pertanian di Pinrang

    Dikunjungi Mendiktisaintek RI, Andi Irwan Ungkap Keinginannya Dirikan Perguruan Tinggi Pertanian di Pinrang

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Kifli
    • visibility 744
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM, PINRANG — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pinrang dan disambut langsung oleh Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, di Rumah Jabatan Bupati Pinrang, Selasa (29/4/2025). Kunjungan ini turut didampingi oleh Staf Khusus Menteri, Tjitjik Sri Tjahjandarie, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, serta Rektor […]

  • Wali Kota Parepare Pastikan Jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan Gratis untuk Warga

    Wali Kota Parepare Pastikan Jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan Gratis untuk Warga

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Kifli
    • visibility 196
    • 0Komentar

    ZONAKATA, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menerima audiensi dari perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Wali Kota, Kamis (13/3). Pertemuan yang berlangsung pukul 11.00 WITA ini membahas peningkatan akses jaminan sosial bagi masyarakat Parepare. Dalam pertemuan tersebut, Tasming Hamid menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga, terutama masyarakat kurang mampu, […]

expand_less