Tim Perjuangan Rakyat Siap Menangkan Nico-Victor di Pilkada Tana Toraja
- account_circle Gibran
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Kubu pasangan calon Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara mulai memanaskan Tim Perjuangan Rakyat di Posko Induk NIVI, dengan menggelar rapat koordinasi, Rabu (30/9).
Tim Perjuangan Rakyat ini diisi koalisi parpol pengusung, seperti Partai Golkar, Nasdem, Perindo, dan Partai Gelora serta sejumlah jaringan relawan militan.
Rapat koordinasi ini dibuka langsung Cawabup Victor Datuan Batara didampingi Ketua Tim Perjuangan Rakyat, Welem Sambolangi, bersama sejumlah pengurus teras. Victor menyatakan siap menjalankan amanah rakyat seperti saat dirinya menjadi wakil bupati mendampingi Bupati Nicodemus Biringkanae periode sebelumnya.
Dia juga berharap agar seluruh tim jangan lengah dalam menjalankan tupoksi masing-masing untuk memenangkan Pilkada pada 9 Desember 2020 yang akan datang.
“Sehebat apapun calonnya jika tidak didukung oleh tim yang solid, maka tak ada artinya. Karena itu, tim yang ada ini diyakini mampu bekerja dengan baik,” ujar Victor.
Ia juga mengharapkan agar semua yang terlibat di Tim Perjuangan Rakyat dari Kabupaten hingga TPS harus saling memberi dukungan dan saling memberi support seperti apa yang terbaik untuk Nico-Victor.
Tim Perjuangan Rakyat ini menurut Victor adalah fondasi yang terstruktur dan berjenjang dari TPS hingga ke tingkat kabupaten yang sekaligus akan memberi masukan kepada pasangan Nico-Victor. Termasuk saat pasangan ini kembali terpilih untuk periode selanjutnya.
“Saya dan Bung Nico, maafkan jika selama ini ada kekurangan. Beri kami masukan bahwa pembangunan ini yang harus dibenahi jika kami terpilih kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Perjuangan Rakyat, Welem Sambolangi, memaparkan bahwa kemenangan Nico-Victor sangat ditentukan oleh solidnya tim di lapangan. Dikatakan jika tim ini merupakan perpanjangan tangan Nico-Victor hingga ke TPS dan dipercaya untuk bertanggung jawab sesuai dengan tupoksinya masing-masing.
“Jumlahnya sedikit tapi efektif, hanya 39 orang sebagai perwakilan rakyat. Pergerakan dari bawah harus tetap dikoordinasikan dengan tim kabupaten”. Pungkas Welem.**
- Penulis: Gibran
