Bupati Morowali Berjanji Akan Mempertemukan Warga Fatufia Dengan Pihak PT. Bintang Delapan Grup
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MOROWALI Setelah sebelumnya bertemu dengan Camat dan Kapolsek Bahodopi, perwakilan masyarakat Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Morowali yang mengatasnamakan Solidaritas Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Tepea Maroso, kembali menemui Bupati Morowali, Senin 17 Agustus 2020
Warga tetap menuntut agar pihak PT. Bintang Delapan Grup segera memberikan hak sebagai tenaga kerja bongkar muat di terminal khusus Tepeasa Moroso sesuai dengan kesepakatan atau perjanjian antara pihak perusahaan dengan masyarakat, dimana pihak perusahaan akan mempekerjakan warga lokal hingga 35 persen.
Dalam pertemuan itu, Bupati Morowali, Drs.Taslim berterima kasih kepada warga Fatufia yang telah mengikuti saran pemerintah untuk lebih mendahulukan dialog dibanding melakukan aksi. Bupati Taslim pun berjanji akan menfasilitasi warga untuk bertemu dengan pihak PT. Bintang Delapan Grup.
“Berikan kami ruang untuk menyelesaikan kepentingan masyarakat, karena itu merupakan tugas kami sebagai pemerintah. Mari kita bersabar melihat waktu yang tepat untuk mempertemukan warga Fatufia dengan pihak perusahaan,” ujar Taslim.
Bupati pun berharap agar warga Fatufia bisa membuka diri, dan mau belajar sehingga dapat bersaing dengan pihak lain. Sehingga tidak alasan bagi pihak perusahaan untuk tidak memberdayakan warga lokal karena memiliki SDM sama dengan pihak lainnya.
Sementara itu Korlap Solidaritas TKBM Tepea Maroso, Halaudin mengapresiasi upaya Bupati Morowali untuk mempertemukan warga Fatufia dengan pihak perusahaan. Ia pun berjanji tidak akan menggelar aksi sepanjang pihak pemerintah turun menfasilitasi masalah itu.
“Dari hasil pertemuan kami dengan pak Bupati, beliau siap untuk memediasi warga dengan pihak perusahaan untuk dipertemukan. Rencananya tanggal 24 Agustus mendatang,” ucap Halaudin.
Halaudin pun menuturkan jika sebelumnya warga menuntut agar pihak PT. Bintang Delapan Grup untuk memberdayakan masyarakat lokal yang kini dikuasai oleh pengusaha luar. Padahal masyarakat telah menyiapkan legalitas atau persyaratan bagi tenaga kerja bongkar muat Tepea Maroso (TKBM).
“Kami perjuangkan adalah hak kami, dasar tuntutan warga Fatufia yang telah bernaung dibawah Badan Usaha Kepelabuhanan berbentuk Koperasi dan telah terdaftar di Kementerian Koperasi,” ungkap Halaudin.

Masyarakat Fatufia pun sangat berharap dalam pertemuan antara warga dengan pihak perusahaan dan pemerintah yang rencananya akan dilaksanakan Minggu depan itu, pihak dari Dirjen Perhubungan dan Angkutan Laut serta KSOP Pelabuhan Pantoloan Sulawesi Tengah turut hadir untuk dapat memberikan penjelasan terkait keberadaan Koperasi TKBM di dalam Terminal Khusus..
Pertemuan antara Bupati Morowali dengan perwakilan warga Fatufia yang dilaksanakan di dusun Kurisa, Desa Fatufia turut dihadiri Kapolres Morowali AKBP. Bayu Indra Waguno, Camat dan Kapolsek Bahodopi serta Kepala Desa Fatufia. **
- Penulis: zonakatacom
