Transformasi Pertanian Melalui Hilirisasi, Mentan Amran Optimis Indonesia Bisa Jadi Negara Superpower
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi produk pertanian merupakan kunci transformasi menuju Indonesia sebagai negara mandiri dan pemain global di sektor pangan.
Hal ini disampaikan saat memberikan kuliah umum tentang Perkembangan dan Kebijakan Pembangunan Pertanian di AAS Building, Makassar, di hadapan mahasiswa program Magister dan Doktoral Universitas Hasanuddin (UNHAS), Senin (9/6/2025).
Amran menjelaskan, kekuatan pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada produksi bahan mentah, tetapi pada kemampuan menciptakan nilai tambah melalui pengolahan.
Ia mencontohkan, kelapa yang semula dijual Rp1.350 per kilogram bisa bernilai Rp145.000 per liter setelah diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO).
Begitu pula dengan kakao dan mete yang nilainya bisa melonjak hingga 38 kali lipat melalui pengolahan, serta sawit yang kini menjadi bahan baku biofuel B50 pengganti solar.
“Dalam 10 tahun ke depan, jika komitmen hilirisasi ini kita jalankan dengan serius, Indonesia berpotensi menjadi superpower di sektor pangan,” tegas Amran.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk realokasi anggaran yang lebih tepat sasaran, penyederhanaan 241 regulasi yang menghambat produksi, serta peningkatan infrastruktur pertanian.
Mentan Amran mengungkapkan, dengan investasi sebesar Rp371 triliun, sektor pertanian mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp9.000 triliun dan menciptakan 8 juta lapangan kerja.
Ia juga mendorong peran aktif generasi muda, khususnya mahasiswa S2 dan S3, dalam mendorong hilirisasi melalui riset dan inovasi.
“Pemimpin masa depan harus berani berinovasi. Tidak ada kesuksesan tanpa tekanan, ibarat berlian yang hanya terbentuk dalam suhu dan tekanan tinggi,” pesan Amran.
Hasil dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras periode Januari-Juli 2025 mencapai 21 juta ton, meningkat 14,49% dibanding tahun sebelumnya.
Bahkan USDA memproyeksikan total produksi beras Indonesia tahun ini bisa mencapai 34,6 juta ton, melampaui target 32 juta ton. Prestasi ini diakui dunia internasional melalui penghargaan Agricola Medal dari FAO pada Agustus 2024.
Di tengah optimisme tersebut, Amran mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap krisis pangan global yang melanda 58 negara.
“Krisis pangan tidak hanya soal ekonomi dan kesehatan, tapi bisa memicu konflik sosial-politik. Karena itu, sektor pertanian harus diperkuat dari hulu hingga hilir,” tegasnya.

Amran juga menekankan integritas sebagai fondasi kepemimpinan.
“Percuma pintar kalau tidak jujur. Saya sendiri pernah menangkap pejabat korup di Kementan. Orang pintar tanpa karakter justru berbahaya karena bisa memanipulasi sistem,” ujarnya.
Menutup kuliah umum, Amran menyampaikan keyakinannya bahwa dengan potensi lahan subur sepanjang tahun dan populasi 280 juta jiwa, Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi poros pangan dunia.
“Melalui modernisasi dan hilirisasi yang konsisten, kita tidak hanya bisa mencapai swasembada pangan, tetapi juga menjadi negara yang benar-benar berdaulat di panggung global,” pungkasnya.*
- Penulis: zonakatacom
