Ramadan, Bulan Yang Dirindukan oleh Ummat Muslim
- account_circle Gibran
- calendar_month Minggu, 2 Jun 2019
- print Cetak

ZONAKATA.COM Bulan Ramadan tinggal menghitung hari, bulan yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Muslim seluruh dunia akan segera berlalu. Bulan yang penuh dengan ampunan.
Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam dan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan berpuasa. Sekaligus untuk memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad.
Perayaan tahunan ini dihormati sebagai salah satu dari rukun Islam. Bulan Ramadan akan berlangsung selama 29–30 hari berdasarkan pengamatan hilal, menurut beberapa aturan yang tertulis dalam hadits.
Kata Ramadan berasal dari akar kata bahasa Arab ramiḍa atau ar-ramaḍ, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan.
Puasa Ramadan dalam hukumnya merupakan fardhu (diwajibkan) untuk Muslim dewasa, kecuali mengalami halangan untuk melakukannya seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui, diabetes atau sedang mengalami menstruasi.
Kewajiban berpuasa pada bulan Ramadan turun pada bulan Sya’ban tahun kedua setelah hijrahnya umat Muslim dari Mekkah ke Madinah. Bulan Ramadan diawali dengan penentuan bulan sabit sebagai pertanda bulan baru.
Selama berpuasa dari pagi hingga petang, Muslim dilarang untuk makan, minum cairan apapun, merokok, dan berhubungan seksual. Selain itu, mereka diperintahkan untuk menghindari perbuatan dosa untuk menyempurnakan pahala puasa, seperti berkata yang jelek (seperti menghina, memfitnah, mengutuk, berbohong) dan berkelahi.
Berpuasa bagi ummat Muslim saat Ramadan biasanya diikuti dengan memperbanyak salat dan membaca Al-Quran.
Kekhususan bulan Ramadan bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al-Quran pada surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.”
Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan. Di dalam Al Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Lailatul Qadar juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur’an. Keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al-Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur’an.
wikipedia
- Penulis: Gibran
