Petani Tebu Keluhkan Rendemen Rendah Pabrik Gula Takalar
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 4 Des 2021
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TAKALAR Pabrik Gula Takalar adalah salah satu unit usaha yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV yang berlokasi di Kecamatan Polongbangkeng Utara, 35 KM dari ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.
Pabrik Gula di Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar termasuk pabrik gula terbesar di Sulawesi Selatan yang memiliki wilayah kerja seluas 9.794,12 Ha meliputi di Kabupaten Gowa seluas 1.642 Ha, di Kabupaten Takalar seluas 6.732 Ha dan di Kabupaten Jeneponto seluas 1.420 Ha.
Pabrik Gula Takalar yang bermitra dengan petani Tebu Rakyat Mandiri (TRM) dan Tebu Rakyat Gapoktan (TRG) menerapkan sistem rendemen dan bagi hasil.
Tahun ini petani mengeluh dengan rendemen dan bagi hasil yang dikeluarkan Pabrik Gula Takalar kepada petani, karena rendemen yang dikeluarkan sampai rendemen 5 dan bagi hasil 66%.
Tahun ini sangat sedikit petani yang melakukan perawatan tebu karena minimnya modal, biaya perawatan yang mahal hingga mahalnya harga pupuk karena sulit didapatkan.
“Semoga pak menteri Syahrul Yasin Limpo yang asli orang Sulawesi Selatan dapat memperhatikan kami para petani tebu,” ucap salah satu petani Tebu Rakyat Mandiri (TRM) yang enggan disebutkan namanya, Jumat (03/12/2021).
“Kami tidak tau kenapa rendemen begitu rendah padahal kemasakan tebu kami sangat bagus kami merasa dipermainkan oleh pabrik gula”, Tambahnya.
Diketahui Tebu Rakyat Mandiri adalah petani tebu disekitar Pabrik Gula Takalar.
Penulis: Angka’
- Penulis: zonakatacom
