Pemkab Toraja Utara Gelar Musrenbang RPJMD 2025–2029, Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Pemkab Toraja Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Toraja Utara Tahun 2025–2029.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Misiliana, Senin (26/5/2025) dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas sektor seperti Wakil Bupati Andrew Branch Silambi, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah dan kepala lembang, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan instansi vertikal dan stakeholder terkait lainnya.
Musrenbang ini mengacu pada Pasal 63 ayat (3) Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang mengatur pelibatan pemangku kepentingan dalam proses penyusunan RPJMD menjadi momen strategis dalam menyusun arah kebijakan pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong menyampaikan bahwa musrenbang ini merupakan forum yang sangat strategis untuk memantapkan perencanaan pembangunan lima tahun ke depan
“Musrenbang ini merupakan forum yang sangat strategis untuk memantapkan perencanaan pembangunan lima tahun ke depan. Dokumen RPJMD yang disusun bukan sekadar formalitas, tetapi pedoman utama untuk menjamin keberlanjutan pembangunan daerah,” ujar Bupati.
Ia menegaskan kembali visi pembangunan Kabupaten Toraja Utara, yakni “Maju, Makmur dan Menyenangkan Menuju Indonesia Emas”.
Menurutnya, visi ini menitikberatkan pada pembangunan SDM sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), perluasan kesempatan berusaha untuk mendorong ekonomi berkualitas, serta pembangunan infrastruktur dari desa guna menciptakan pemerataan dan menekan angka kemiskinan.

“Khusus tahun ini, sekitar 70% anggaran infrastruktur kita fokuskan ke wilayah pedesaan. Dapil 5 dan Dapil 3, yang selama ini kurang mendapat prioritas, kini kita tempatkan pada urutan pertama dalam pembangunan,” tambah Bupati.
Frederik juga memaparkan capaian makro pembangunan daerah, antara lain pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari 3,94% menjadi 4,4%, penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 2,6% menjadi 2,44%, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini berada pada angka 72,31, masih dalam kategori tinggi.
Sementara itu, melalui sambungan daring, Kalaksana BPBD Provinsi Sulsel Dr. Amson Padolo mewakil Gubernur Sulsel menyampaikan bahwa Musrenbang RPJMD ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi.
“Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Toraja Utara, keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat penting. Pembangunan daerah harus sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tetap bersyukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan untuk turut serta menyusun rencana pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat Toraja Utara.
Musrenbang RPJMD ini menjadi bagian penting dari proses perencanaan pembangunan daerah, yang diharapkan dapat menghasilkan dokumen RPJMD yang komprehensif, partisipatif, dan berdampak nyata bagi kemajuan Toraja Utara.
Risna
- Penulis: zonakatacom
