fbpx

Langkah Awal Membangun Kekuatan Lokal di Tana Toraja : Dari Desa Maroson Menuju Dunia

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Widya Erti Indonesia (WEI) memulai inisiatif pemberdayaan Desa secara berkelanjutan di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dengan menjalin komitmen bersama untuk keberlanjutan masyarakat desa.

Sebagai langkah awal melalui pembukaan program Rural Resilience Initiative (RURISE) yang diadakan di Desa Maroson, Kabupaten Tana Toraja.

Dengan RURISE, WEI mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi, dan menjejakan langkah bersama dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa.

Langkah Awal Membangun Kekuatan Lokal di Tana Toraja : Dari Desa Maroson Menuju Dunia

Program RURISE dirancang untuk pengembangkan potensi warga melalui serangkaian kegiatan yang berfokus pada pendidikan, pengembangan produk lokal, dan peningkatan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.

Salah satu kegiatan utama dari program ini adalah Natsir Eco School (NES). NES merupakan sekolah alternatif bahasa Inggris gratis kepada lebih dari 200 anak yang berasal dari 5 dusun di Desa Maroson, Tana Toraja.

Widya Erti Indonesia bekerja sama dengan NES untuk mengembangkan peningkatan kapasitas berbahasa inggris bagi generasi mendatang di Tana Toraja.

Lembang (Desa) Maroson menyambut baik kegiatan dari program RURISE ini. Kami melihat banyak anak di Maroson yang perlu dibekali pengetahuan berbahasa inggris,” kata Kepala Lembang setempat.

Langkah Awal Membangun Kekuatan Lokal di Tana Toraja : Dari Desa Maroson Menuju Dunia

Memang dampaknya tidak instan, tapi kelak di masa mendatang harapannya bekal anak-anak di sini dapat digunakan untuk meraih cita-cita mereka setinggi mungkin, ” ucapnya.

Selama ini, NES telah menjalankan kelas belajar bahasa Inggris yang melibatkan volunteer dari luar negeri di dusun Randanan.

Melalui RURISE, program ini membuka kelas di 4 dusun lain, yakni Palakka, Lameme’, Rarung, Pasang Lambe’ agar dapat menjangkau lebih banyak anak-anak di Lembang Maroson.

Tenaga pengajar di 4 kelas NES ini akan menggunakan pendekatan Volunteach, sebuah pendekatan yang menggabungkan volunterisme, edukasi, dan pariwisata, atau yang lebih dikenal sebagai voluntourism.

Para relawan pengajar atau yang dinamakan Volunteacher ini berasal dari dalam negeri dan mancanegara, yang semuanya akan berkontribusi untuk mengajar bahasa Inggris dan menginap di homestay-homestay yang akan dikembangkan di desa.

“Mengusung tema Menuju Global dengan Kekuatan Lokal, kami percaya bahwa semangat pembangunan masyarakat lokal diharapkan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat di Lembang Maroson,” kata Ketua Yayasan WEI, Rieni Handayani.

“Dengan adanya pendidikan, pengembangan produk lokal, dan kesadaran lingkungan, kami yakin masyarakat akan semakin berdaya, mandiri dan mampu menginspirasi inisiatif berkelanjutan ini kepada dunia global,” ujarnya.

RURISE juga berfokus pada pengembangan produk lokal berbasis komunitas untuk meningkatkan pendapatan warga, salah satunya lewat produk olahan Piong Cokla’ (coklat) .

Piong Cokla’ diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan alternatif bagi warga di Lembang Maroson, serta menjadi sumber pendanaan operasional kelas bahasa Inggris agar bisa berkelanjutan.

Dengan demikian, anak-anak yang terlibat dapat merasakan manfaat pendidikan yang optimal.

Sementara, tamu undangan yang hadir mengutarakan kebahagiaannya dengan keberadaan upaya kolaboratif ini.

Di mana, program RURISE mendapat sambutan positif dari berbagai pihak seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Lembang (DPML), Konsulat Jenderal Australia Kantor Makassar, Camat Rembon, dan Kepala Lembang Maroson.

Selain itu, warga lokal yang hadir sangat antusias dengan pelibatan aktif mereka ke depan.

“Kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja sangat mendukung program ini dan berharap dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di Kabupaten Tana Toraja,” ungkap Sekretaris DPML Tana Toraja, Andi Palloan.

Kedepannya, program ini terbuka untuk keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, perusahaan, NGO, masyarakat, dan lain-lain.

Sehingga cita-cita desa mandiri dan berdaya saing dapat terwujud guna kesejahteraan masyarakat desa.

Untuk diketahui, Widya Erti Indonesia (WEI) adalah organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup komunitas pedesaan dan marjinal melalui pendidikan dan pengembangan ekonomi.

WEI bekerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mendorong pencapaian SDGs di Indonesia dan dunia.

Melalui berbagai program, WEI berupaya mewujudkan visi masyarakat yang terdidik, berdaya, dan terlibat dalam lingkungan sosial yang setara dan berkelanjutan.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Andi Sudirman-Fatmawati Terima Rekomendasi Demokrat untuk Pilgub Sulsel 2024

ZONAKATA.COM - JAKARTA DPP Demokrat menyerahkan rekomendasi kepada sejumlah pasangan bakal calon yang akan maju di Pemilihan Gubernur 2024.Di...

Berita Lain