fbpx
26 C
Makassar
Senin, 28 November 2022

Kasus DBD di Tana Toraja Mulai Merebak, Begini Cara Cegah Penyebarannya

Populer

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan diimbau waspada, Selasa (7/6/2022).

Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali meningkat. Sejak Januari hingga Mei 2022, terdapat 148 kasus.

Dilansir hellosehat.com Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk.

Kasus DBD di Tana Toraja Mulai Merebak, Begini Cara Cegah Penyebarannya
Nyamuk Aedes aegypti Female.

Penyakit demam berdarah yang ringan dapat menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Sedangkan penyakit demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba drastis dan bahkan bisa berujung kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, dr Ria Minolta Tanggo menjelaskan, kasus tertinggi terjadi pada April 2022 sebanyak 127 kasus, kemudian pada Mei 27 kasus.

“Hingga Mei 148 kasus. Kami imbau masyarakat waspada,” kata dr Ria saat dikonfirmasi via seluler Selasa sore.

- ADS -

Ia menjelaskan, dari total kasus tersebut tak ada yang meninggal dunia. Kasus DBD yang terjadi katanya bisa menjangkiti semua kelompok usia.

“Bukan hanya anak-anak, tapi semua kelompok usia,” paparnya.

Upaya pun terus dilakukan untuk menekan kasus DBD ini. Baru-baru ini, petugas kesehatan melakukan fogging nyamuk di Se’pon, Kelurahan Pantan, Kecamatan Makale, Tana Toraja.

Fogging menyasar seluruh selokan dan rumah warga. Selain upaya tersebut, Dinas Kesehatan juga imbau masyarakat giatkan PSN 3M Plus.

PSN adalah upaya pemberantasan sarang nyamuk. Sedangkan 3M yakni menguras, menutup dan memanfaatkan.

  1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan tempat yang sering menjadi penampungan air. Seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.
  2. Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
  3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang). Warga juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Sedangkan untuk nilai Plusnya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti :

  1. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
  2. Menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan.
  3. Periksa tempat-tempat penampungan air, meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras.
  4. Kemudian, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, serta menanam tanaman pengusir nyamuk.(*)

TOM/ZK

- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

Pemetaan TPS, KPU Tana Toraja Libatkan Lurah dan Kepala Lembang

ZONAKATA.COM - TANA TORAJA KPU Tana Toraja menggelar rapat koordinasi terkait pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu Tahun 2024...

Berita Lain

- Advertisement -