fbpx
32 C
Makassar
Rabu, 10 Agustus 2022

Jenazah Warga Rembon Ini Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19

Populer

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Seorang warga Kampung Garotin, Lembang Sarapeang, Kecamatan Rembon terpaksa harus dikuburkan dengan Prosedur Tetap (Protap) Covid-19. Hal tersebut dilakukan karena sebelum meninggal, almarhum menunjukkan gejala mirip Covid-19

Almarhum dengan inisial YTR (40 thn) merupakan karyawan PLN Sangalla, dikabarkan meninggal dunia, Senin (27/4) sore dengan gejala mirip Covid-19 seperti sesak napas, demam tinggi, sakit kepala, dan batuk.

Mendapat informasi terkait hal itu, Satgas Covid-19 Tana Toraja yang terdiri dari Tenaga Kesehatan dan Aparat TNI/Polri bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan langkah-langkah penanganan dengan berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah Lembang Sarapeang.

Menurut Koordinator Media Centre Covid-19 Tana Toraja, Berthy Mangontan melalui keterangan persnya bahwa dirumah duka diperoleh informasi jika almarhum YTR selama satu Minggu mengalami batuk disertai dengan demam dan flu.

“Selama sakit almarhum YTR hanya berobat ke dukun. Nanti setelah parah baru pihak keluarga menghubungi bidan desa yang kemudian menganjurkan agar YTR dibawah ke Puskesmas. Sayang sebelum sempat ke Puskesmas YTR sudah meninggal dunia,” jelas Berthy.

Saat dinyatakan meninggal dunia, tidak ada satupun dari pihak keluarga yang berani melakukan langkah penanganan jenazah itu. Nanti setelah tim Satgas Covid-19 Tana Toraja dengan alat pelindung diri (APD) lengkap tiba dilokasi baru jenazah YTR ditangani

- ADS -

Setelah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat, almarhum akhirnya dimakamkan sesuai dengan protap Covid-19. Almarhum dikuburkan tengah malam sekitar 00.30 Wita dibawah guyuran hujan deras.

“Setelah dilakukan penguburan Satgas Covid-19 Tana Toraja akan melakukan Contact Tracing terhadap riwayat kontak almarhum ditiga tempat yakni dirumah almarhum di Lembang Sarapeang, tempat kost di Se’pon Makale serta di tempat kerja almarhum di PLN Sangalla,” kata Berthy.

Menurut Berthy, bagi orang yang diduga kuat melakukan kontak dengan almarhum YTR ditiga lokasi itu, akan dilakukan Rapid Test dalam 10 hari kedepan untuk mengetahui apakah ada gejala terpapar Covid-19 atau tidak.

📷 Media Center Satgas Covid-19 Tana Toraja.
- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

BPKA: Rel Kereta Api At Grade Aman dari Banjir dengan Q.50 Tahun

ZONAKATA.COM - MAKASSAR Kekhawatiran Walikota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto bahwa dengan meneruskan konsep perencanaan rel kereta api (KA)...

Berita Lain

- Advertisement -