fbpx

Harga Elpiji 3 Kg Melonjak di Sejumlah Wilayah Sulsel, Luwu Tembus Rp 40 Ribu Per Tabung

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – LUWU Harga elpiji 3 kilogram (Kg) mengalami kenaikan di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel). Di Kabupaten Luwu elpiji 3 Kg tembus dengan harga Rp 40 ribu.

Dari pantauan Zonakata, beberapa wilayah yang mengalami kenaikan harga elpiji 3 Kg seperti di Kabupaten Enrekang sebesar Rp 30 ribu, Tana Toraja Rp 35 ribu, Toraja Utara Rp 35 ribu, Palopo Rp 30 ribu dan Kabupaten Luwu tembus hingga Rp 40 ribu.

“Susah sekarang kita dapat, di pangkalan itu sering habis stoknya. Makanya biasa kita dapatkan di pengecer, harganya Rp 40 ribu,” kata salah seorang warga Luwu Yunus, Kamis (13/7/2023).

Yunus mengungkapkan, kelangkaan elpiji 3 Kg di Luwu sudah terjadi sejak lebaran Idul Adha kemarin, sedangkan harganya mengalami kenaikan bertahap. Padahal kata dia, sebelumnya harga elpiji 3 Kg hanya pada kisaran Rp 20 ribu per tabung.

“Pokoknya sejak mau lebaran haji itu sudah mulai langkah. Nah mulai dari itu harganya naik terus mulai Rp 23 ribu, Rp 30 ribu sampai sekarang Rp 40 ribu per tabung. Dulu itu cuma Rp 20 ribu ji,” ungkapnya.

Sementara Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Fahrougi Andriani Sumampouw mengutarakan, harga elpiji 3 Kg melalui pangkalan resmi Pertamina selalu merujuk pada harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 18.500. Dia pun menilai kenaikan harga elpiji tersebut dilakukan pengecer yang bukan pangkalan resmi Pertamina.

“Kalau pangkalan resmi kita pastikan harganya itu sesuai HET. Kalau ada kenaikan itu biasanya ditingkat pengecer,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya sudah menambah pasokan elpiji 3 Kg dengan memberikan tambahan alokasi fakultatif di 15 kota atau kabupaten di Sulsel sebanyak 119.000 tabung atau sebesar 50% dari alokasi tambahan bulan Juli 2023.

“Pertamina telah memberikan alokasi fakultatif yang sudah disalurkan sebesar 75,9% rata-rata harian atau sebesar 245.200 tabung pada saat menjelang Hari Raya Idul Adha tanggal 29 Juni 2023 terbukti terserap dengan baik,” katanya.

Fahrougi menjelaskan, fenomena kelangkaan elpiji 3 Kg di sejumlah wilayah Sulsel dipengaruhi kultur masyarakat menjalankan Hari Raya Idul Adha dengan perayaan manasik haji, hajatan, serta mengadakan acara pernikahan di wilayahnya masing-masing. Sehingga hal tersebut dinilai meningkatkan konsumsi elpiji.

“Kemarin kan kita dihadapkan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha hingga pasca Idul Adha, kemudian banyak syukuran keluarga yang berangkat haji ditambah lagi libur sekolah anak didik yang berlangsung dari minggu ke dua Juni hingga minggu ke dua Juli. Pastinya ini berdampak pada tingginya konsumsi LPG,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

IKA Unhas Sambut Kunjungan Pj Gubernur Prof Zudan Arif di Sulsel

ZONAKATA.COM - MAKASSAR Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin turut hadir menyambut kehadiran Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi...

Berita Lain