fbpx

Dukung Program Sekolah Sehat, Disdik Tana Toraja Minta Ketersediaan Menu Pangan Lokal di Kantin Sekolah

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Dinas Pendidikan Tana Toraja, Sulawesi Selatan terus mengkampanyekan program Sekolah Sehat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Tana Toraja, Bertus Dive Wantania mengatakan, misi utama program ini untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas berkarakter.

“Kami terus bersinergi dengan semua pihak untuk terus menekankan pentingnya penerapan sekolah sehat dengan penekanan pada sehat bergizi, sehat fisik dan sehat imunisasi,” kata Bertus, Rabu (19/6/2023).

Bertus menjelaskan, sehat bergizi bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik melalui penerapan pola makan yang tepat dan konsumsi makanan bergizi.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong pihak sekolah menyiapkan kantin sehat dengan menu pangan lokal.

“Sudah ada beberapa sekolah menerapkan ini, ada kantin sehat yang menyiapkan pangan lokal seperti ubi, ‘lakpak’ (lemet singkong) dan ‘songkolo’ (olahan beras ketan),” kata Bertus.

“Sebaliknya kita imbau di kantin dan sekitar sekolah agar tak lagi menjual makanan-minuman yang mengandung pewarna dan pemanis,” ucapnya.

Kemudian sehat fisik, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan fisik seluruh ekosistem atau warga sekolah.

Sejatinya kata Bertus, hal ini sudah diterapkan hampir di setiap sekolah, salah satunya dengan menggelar senam pagi pada setiap hari Jumat.

“Dan itu wajib, melaksanakan senam pagi pada hari Jumat, ditambah lagi olahraga yang sudah masuk dalam mata pelajaran,” katanya.

Terakhir adalah sehat imunisasi. Ini kata Bertus bertujuan untuk meningkatkan capaian imunisasi peserta didik untuk mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

“Harusnya ada MoU pihak sekolah dan Puskesmas, tapi memang sudah banyak yang menerapkan hal ini,” paparnya.

Namun kata Bertus, program sekolah sehat ini belum seluruhnya diterapkan oleh satuan pendidikan, khususnya yang berada di wilayah pelosok Tana Toraja.

Pantauan Dinas Pendidikan, beberapa sekolah yang berada di pelosok masih menjajakan makanan-minuman cepat saji yang mengandung pewarna dan pemanis.

Bahkan pihaknya pernah mendapati makanan-minuman yang sudah lewat masa edar atau kadaluarsa.

“Memang itu menjadi kendala kita, apalagi sekolah yang berada di wilayah pelosok, makanya kita berharap ada kesadaran diri, mulai dari pihak sekolah, dan peran orang tua dalam mengawasi anaknya,” ujarnya.

“Kemudian dari instansi terkait, kita berharap intens melakukan operasi pasar, mencari produk makanan-minuman yang sudah kadaluarsa. Intinya ini bukan hanya tanggungjawab Dinas Pendidikan, tapi semua pihak, tokoh masyarakat dan orang tua pelajar,” harapnya.

Tom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

TSM Resmikan Posko Induk HSL Special Force’s

ZONAKATA, PAREPARE – Bakal Calon Wali Kota Parepare, Tasming Hamid (TSM) hadir dan meresmikan langsung Posko Induk HSL Special...

Berita Lain