Den Upa Rombelayuk, Salah Satu Pendiri AMAN, Meninggal Dunia
- account_circle Gibran
- calendar_month Minggu, 2 Jun 2019
- print Cetak

ZONAKATA.COM – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) berduka. Pasalnya salah satu di antara pendiri organisasi kemasyarakatan ini yakni Den Upa Rombelayuk meninggal dirumah sakit, Minggu (2/6) pagi.
Den Upa Rombelayuk, adalah tokoh yang banyak berjasa terbentuknya AMAN di tingkat nasional maupun di tingkat Provinsi Sulsel. Dalam banyak kegiatan yang dilakukan AMAN, almarhumah selalu terlibat aktif.
Den Upa merupakan ibunda dari Sekjen AMAN periode 2017-2022 Rukka Sombolinggi, meninggal dalam usia 74 tahun. Dari informasi yang dihimpun, almarhumah sempat dibawa kerumah sakit karena tiba tiba merasa drop dan sesak nafas.
Kerabat, kolega, teman seperjuangan dan keluarga besar Masyarakat Adat se Nusantara seketika dikejutkan dengan kabar berpulangnya ibu Den Upa.

Mereka tidak menyangka kepergian almarhumah begitu tiba-tiba. Pasalnya, ia masih sempat mengirim foto di WhatsApp Group Gerakan AMAN.
Ucapan turut berduka pun datang dari semua kolega yang sangat mencintainya, terutama warga Masyarakat Adat Nusantara.
Abdon Nababan, Sekjen AMAN periode 2007-2017, misalnya menulis:
“Ibu Den Upa Rombelayuk, salah seorang Penggagas/Pendiri/Deklarator AMAN, Mantan Kordinator Dewan AMAN 1999-2003, Anggota DAMANNAS 2003-2012, Anggota DAMANWIL Sulsel, Ibunda dari Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi, telah meninggal dunia tengah malam tadi di Toraja. AMAN berduka dan kehilangan seorang pejuang hak Masyarakat Adat yang tidak kenal lelah semasa hidupnya. Mohon doa untuk kelancaran perjalanan beliau memenuhi panggilan pulang Sang Khalik. Mohon keikhlasannya untuk memaafkan jika selama berinteraksi di AMAN ada yang tidak berkenan.”
Sementara itu Boedhi Wijardjo juga menulis pesan di WA Gerakan AMAN:
Saya turut berduka dan bersedih serta merasakan kehilangan seorang sahabat yang baik, konsisten dengan bicaranya yang meledak-ledak penuh semangat. Seumur hidupnya dipergunakan untuk berjuang bersama kawan-kawan dalam memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi Masyarakat Adat di Indonesia.
Saya masih ingat bagaimana susahnya menerima tekanan dan bagaimana mensiasati agar ada pertemuan yang bersejarah di atas bumi Toraja yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya sebuah organisasi yang bernama JAPHAMA yang nota bene juga memberikan andil besar/memprakarsai lahirnya AMAN.
Meskipun sudah sangat lama tidak bertemu namun terakhir sempat berkomunikasi dengan hangat dan penuh senyuman dengan beliau. Sebagai manusia biasa, saya tidak pernah menyangka itu adalah komunikasi yang terakhir kali dengan beliau. Selamat jalan Bu Den Upa yang terlebih dahulu pergi meninggalkan kita bersama.
Ibu Den, mohon, jangan lagi merasa kuatir dengan AMAN…. karena penerusmu tak terbilang jumlahnya dan saya yakin mereka akan mampu menghadapi semua tantangan yang ada pada jamannya.
Semoga Allah menerima amal baiknya semasa hidupnya (dari Boedhi Wijardjo, salah seorang sahabatmu yang tidak pernah berselisih pendapat denganmu dan suamimu, namun lebih banyak berkelakar dan rasan-rasan rejim orba pada saat itu).
rilis AMAN
- Penulis: Gibran
