Bupati Mamasa Temui Menteri PU, Perjuangkan Infrastruktur dan Aspirasi Warga
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Senin, 5 Mei 2025
- print Cetak

Nampak Menter PUPR Dody Hanggodo bersama Bupati Mamasa Welem Sambolangi. (foto Istimewa)
ZONAKATA.COM – JAKARTA Dalam rangkaian kunjungan kerja di Jakarta, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melakukan audiensi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo , Senin (5/5/2025).
Pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian PUPR itu menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat konektivitas wilayah, serta menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mamasa, Oktavianus Masuang, Bupati menyampaikan sejumlah aspirasi dan usulan prioritas pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Fokus utama yang disampaikan meliputi perbaikan dan pembukaan akses jalan menuju kawasan potensial, khususnya yang memiliki nilai wisata alam dan budaya.
Menurutnya, akses jalan yang baik akan menjadi kunci untuk menarik minat wisatawan, membuka peluang ekonomi, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk lokal.
Dalam pertemuan itu, Bupati Welem juga menyuarakan pentingnya pembangunan sarana penunjang generasi muda, salah satunya melalui pembangunan gedung olahraga yang representatif.
Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan bakat olahraga, memperkuat karakter generasi muda, dan menyediakan ruang aktivitas yang sehat serta produktif bagi masyarakat.
Tak hanya infrastruktur jalan dan fasilitas publik, Bupati turut menyoroti isu-isu krusial di sektor pertanian. Ia mengajukan permohonan pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi sebagai dukungan nyata terhadap program swasembada pangan.
Wilayah Mamasa yang subur dan memiliki komunitas petani aktif dinilai sangat potensial dalam mendukung ketahanan pangan lokal maupun nasional jika ditopang oleh sistem pengairan yang optimal.
Bupati Welem juga menekankan pentingnya penanganan Sungai Nosu yang kerap meluap dan mengancam lahan pertanian warga.
Ia berharap ada program normalisasi sungai yang dapat melindungi areal persawahan dari banjir dan erosi yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat di sekitar bantaran sungai.
Selain itu, pemerintah daerah turut mengusulkan pengembangan destinasi wisata baru yang selama ini belum maksimal dikembangkan karena keterbatasan infrastruktur.
Menurutnya, meningkatnya minat wisatawan terhadap pesona alam dan budaya Mamasa perlu ditunjang dengan pembangunan sarana pendukung yang layak agar potensi tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Usulan lain yang tak kalah penting adalah pembangunan pasar rakyat untuk memperkuat sektor ekonomi lokal. Pasar tradisional, kata Bupati, masih menjadi pusat transaksi dan distribusi hasil pertanian masyarakat di pedesaan, serta memiliki peran vital dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Mamasa.
Dalam aspek pendanaan, Bupati menyampaikan harapan agar dana alokasi khusus (DAK) yang sebelumnya terkena rasionalisasi dapat dipulihkan, setidaknya sebesar 50 persen. Pengembalian sebagian anggaran ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini sempat tertunda.
Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan jalan nasional yang melewati wilayah Mamasa, mengingat posisinya sebagai salah satu daerah strategis penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Akses transportasi yang memadai akan memperkuat peran Mamasa dalam mendukung konektivitas wilayah timur Indonesia serta mendorong pertumbuhan kawasan sekitar IKN.
Menanggapi seluruh usulan tersebut, Kementerian PUPR memberikan respons positif dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung program-program prioritas di Kabupaten Mamasa.
Pihak kementerian juga mendorong pemanfaatan Bandara Sumarorong sebagai simpul transportasi udara yang dapat membuka akses lebih luas ke kawasan wisata Mamasa dan sekitarnya.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah demi mewujudkan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. *
- Penulis: zonakatacom
