Fatmawati Rusdi Lepas Ekspor 10,2 Ton Kemiri Luwu ke Arab Saudi, Dorong UMKM Sulsel Tembus Pasar Global
- account_circle zonakatacom
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat komitmen mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelepasan ekspor 10,2 ton kemiri olahan (whole candlenut) milik PT Onstar Pop Farm asal Kabupaten Luwu menuju Jeddah, Arab Saudi, yang berlangsung di Terminal Petikemas (TPK) 1 Pelindo Makassar, Kamis (23/7/2026).
Pelepasan ekspor dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wipanda.
Pengiriman tahap kedua tersebut menggunakan satu kontainer berukuran 20 kaki dengan nilai ekspor mencapai 33.660 dolar Amerika Serikat. Ekspor ini merupakan bagian dari realisasi kontrak ekspor sebanyak 80 ton selama dua tahun yang diperoleh PT Onstar Pop Farm melalui ajang Anging Mammiri Business Fair (AMBF) 2025.
Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi mengapresiasi keberhasilan PT Onstar Pop Farm yang dinilai menjadi bukti bahwa UMKM Sulawesi Selatan mampu bersaing di pasar global apabila memperoleh pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menjadi katalisator sinergi antara pelaku usaha, perbankan, pemerintah, hingga mitra logistik. Kolaborasi seperti inilah yang akan memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fatmawati.
Menurutnya, perjalanan PT Onstar Pop Farm merupakan kisah “from zero to hero”, yang menunjukkan bahwa usaha berskala kecil dapat berkembang hingga menembus pasar internasional melalui komitmen, peningkatan kualitas, dan pendampingan yang tepat.
Fatmawati juga menyoroti tingginya biaya logistik yang masih menjadi tantangan bagi pelaku ekspor. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen terus mendampingi UMKM agar rantai distribusi menjadi lebih efisien dan daya saing produk lokal semakin meningkat.
“Kami ingin hadir tidak hanya saat seremonial, tetapi juga mendampingi UMKM dalam menyelesaikan berbagai tantangan, mulai dari efisiensi biaya logistik, penguatan jejaring bisnis, hingga perluasan akses pasar internasional,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan ekspor tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan yang menitikberatkan pada hilirisasi serta peningkatan nilai tambah komoditas lokal.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian. Selama pelaku usaha terus berinovasi, menjaga kualitas, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar, peluang di pasar global akan terus terbuka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wipanda, menjelaskan bahwa keberhasilan PT Onstar Pop Farm merupakan hasil pendampingan melalui Program REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable).
Program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendampingi UMKM mulai dari penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, riset pasar, business matching, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia dan Anging Mammiri Business Fair.
“Ekspor bukan proses yang instan. Dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar UMKM benar-benar siap memasuki pasar global. Keberhasilan PT Onstar Pop Farm menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten mampu mengubah peluang menjadi transaksi nyata,” ujar Rizki.
Ia mengungkapkan bahwa AMBF 2025 berhasil mencatat komitmen ekspor senilai Rp228 miliar dari 30 pembeli internasional yang berasal dari 17 negara. Hingga Juli 2026, realisasi ekspor telah mencapai sekitar Rp122,7 miliar.
Direktur PT Onstar Pop Farm, Muhammad Irfandi Arwin, mengaku bersyukur atas perkembangan usahanya yang bermula dari fasilitas produksi sederhana di Desa Taramatekke, Kabupaten Luwu, hingga kini mampu menembus pasar internasional.
Ia mengatakan, melalui pendampingan Pemerintah Kabupaten Luwu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Bank Indonesia melalui Program REWAKO Ekspor, usahanya berhasil memperoleh kontrak ekspor sebanyak 80 ton selama dua tahun.
“Awalnya kami hanya berproduksi secara sederhana. Alhamdulillah, melalui pembinaan dan pendampingan dari berbagai pihak, hari ini kami dapat membuktikan bahwa UMKM juga mampu mengekspor produk ke luar negeri. Semoga ini menjadi penyemangat bagi pelaku UMKM lainnya,” ungkap Irfandi.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut turut memberikan manfaat langsung bagi petani kemiri di Kabupaten Luwu karena seluruh kebutuhan bahan baku dipasok dari masyarakat setempat.
Dengan pengiriman tahap kedua ini, total realisasi ekspor PT Onstar Pop Farm telah mencapai 20,2 ton dari target 80 ton selama dua tahun. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing ekspor melalui kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
- Penulis: zonakatacom
