Gubernur Sulsel Jadi Satu-satunya Kepala Daerah Pembicara di Bappenas, Bagikan Kiat Sukses Kembalikan 27 Ribu Anak ke Bangku Sekolah
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – JAKARTA Provinsi Sulawesi Selatan kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, tampil sebagai satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang dipercaya menjadi pembicara dalam forum strategis nasional yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Kepercayaan tersebut diberikan di tengah peluncuran Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), sebuah kebijakan nasional yang dirancang untuk memperkuat implementasi Wajib Belajar 13 Tahun sekaligus mempercepat penanganan anak yang berada di luar sistem pendidikan.
Andi Sudirman hadir bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.
Dipilihnya Sulawesi Selatan sebagai daerah yang berbagi pengalaman bukan tanpa alasan. Berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mencegah dan menangani Anak Tidak Sekolah dinilai berhasil dan layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Dalam paparannya, Andi Sudirman menegaskan bahwa penanganan ATS bukan sekadar program pendidikan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Pemprov Sulsel memilih pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga mitra pembangunan internasional,” ujar Andi Sudirman.
Ia menjelaskan, salah satu inovasi unggulan yang menjadi perhatian nasional adalah program PASTI BERAKSI (Penanganan Anak Tidak Sekolah Berbasis Aksi Kolaborasi) yang diluncurkan pada 28 Juli 2022.
Program tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya menekan angka anak putus sekolah di Sulawesi Selatan. Bahkan, inovasi itu berhasil mengantarkan Sulsel meraih SDG’s Action Award 2024, penghargaan bergengsi atas kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Keseriusan Pemprov Sulsel dalam menangani persoalan ATS juga diperkuat melalui berbagai regulasi strategis. Mulai dari Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur tentang Rencana Aksi Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah, hingga Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Tahun 2025–2029.
Selain itu, berbagai program pendukung terus dijalankan secara berkelanjutan, seperti penyediaan layanan pendidikan formal dan nonformal, fasilitasi beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, pengembangan pembelajaran berbasis teknologi melalui Smart School, pendidikan keluarga, penguatan keterampilan vokasional, hingga monitoring dan evaluasi berkala.
Upaya tersebut membuahkan hasil signifikan. Persentase Anak Tidak Sekolah usia 7–18 tahun di Sulawesi Selatan yang pada tahun 2020 mencapai 8,51 persen berhasil ditekan menjadi 6,37 persen pada tahun 2025.
Tak hanya itu, hingga 31 Agustus 2025, sebanyak 28.702 anak usia 7–18 tahun dan 13.332 anak usia 19–24 tahun berhasil dikembalikan ke layanan pendidikan melalui berbagai program yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama para pemangku kepentingan.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kementerian PPN/Bappenas. Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Bahjuri Ali, menyebut Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah dengan langkah paling progresif dalam menangani persoalan Anak Tidak Sekolah.
“Makanya kami mengundang Gubernur Sulawesi Selatan yang sangat progresif dalam menuntaskan isu Anak Tidak Sekolah melalui penerbitan Pergub tentang Rencana Aksi Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah, serta berhasil mengembalikan 27.000 anak ke dalam layanan pendidikan,” ujar Bahjuri Ali saat membuka kegiatan.
Pengakuan dari pemerintah pusat tersebut semakin menegaskan posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah terdepan dalam pembangunan sektor pendidikan nasional.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, berbagai inovasi yang lahir dari daerah tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi referensi dan inspirasi dalam penyusunan kebijakan pendidikan di tingkat nasional.
- Penulis: zonakatacom
