Bawaslu Toraja Utara Buka Rekrutmen P2P, Ajak Warga Hingga Generasi Muda Bersama Awasi Pemilu
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Rekrutmen peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dibuka oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Toraja Utara.
Diketahui program P2P merupakan wadah edukasi kepemiluan yang bertujuan membentuk masyarakat dalam memahami aturan, mengenali potensi pelanggaran, serta memiliki keberanian untuk ikut mengawasi setiap tahapan pemilu dan pemilihan.
Rekrutmen tersebut dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengawasan partisipatif, serta meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Ketua Bawaslu Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan sendiri sebagai lembaga penyelenggara, melainkan membutuhkan dukungan elemen masyarakat.
“Bawaslu memiliki keterbatasan personel mengawasi seluruh tahapan pemilu. Maka itu diharapkan kehadiran masyarakat sebagai pengawas partisipatif menjadi kekuatan utama dalam mencegah pelanggaran, dan menjaga kedaulatan rakyat,” tegasnya dalam rilis, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan bahwa generasi muda harus hadir sebagai garda terdepan demokrasi yang kritis terhadap politik uang, ujaran kebencian, penyebaran hoaks, serta segala bentuk pelanggaran pemilu.
Sementara itu, ditambahkan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Bonnie Fredoom menjelaskan bahwa rekrutmen P2P bukan sekadar mencari peserta, tetapi menyiapkan kader pengawas demokrasi yang paham tugas dan tanggung jawab sosial.
“Peserta yang dipilih nantinya akan dibekali pemahaman mengenai regulasi kepemiluan, teknik pengawasan, pencegahan pelanggaran, serta mekanisme pelaporan jika ditemukan dugaan pelanggaran,” terang Bonnie.
Menurutnya, bekal itu penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif menjaga kualitas demokrasi.
Bonnie menambahkan, pengawasan partisipatif menjadi instrumen penting dalam menekan praktik politik uang, kampanye di luar aturan, penyalahgunaan kewenangan, hingga penyebaran informasi bohong atau HOAKS yang dapat merusak proses demokrasi.
“Kami ingatkan kuota peserta terbatas, masyarakat yang berminat diharapkan segera mendaftarkan diri sesuai jadwal yang telah ditentukan, dan waktu pelaksanaan juga terbatas sehingga peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Bonnie.
Melalui program dibentuknya P2P, Bawaslu Toraja Utara berharap lahir generasi muda yang berintegritas, berani bersuara, peduli terhadap kepentingan publik, serta siap menjadi mitra Bawaslu dalam mengawal pemilu yang bersih dan bermartabat.
Selanjutnya informasi pendaftaran, persyaratan, jadwal hingga perkembangan kegiatan, agar masyarakat dapat mengikuti media sosial resmi Bawaslu Toraja Utara melalui Instagram, Facebook, dan Website resmi Bawaslu Toraja Utara.
Ris/ZK
- Penulis: zonakatacom
