Dimulai dari Soppeng, Gubernur Sulsel Groundbreaking Program MYP Rehabilitasi Daerah Irigasi
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – SOPPENG Program Multiyears Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di sektor pembangunan dan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) senilai Rp764 miliar resmi dimulai.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama rehabilitasi DI Paket 2 Tahun Anggaran 2026–2027 di DI Leworeng, Desa Tottong, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, unsur Forkopimda, jajaran OPD, serta para petani setempat.
Andi Sudirman menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen Pemprov Sulsel dalam memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan kualitas jaringan irigasi.
“Groundbreaking rehabilitasi daerah irigasi dimulai di Soppeng untuk tiga DI, yakni Leworeng, Latenreng, dan Salobunne, dengan total nilai sekitar Rp77 miliar untuk mengembalikan fungsi irigasi yang rusak lebih dari 50 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika ketiga daerah irigasi tersebut dituntaskan, maka cakupan layanan dapat meningkat hingga sekitar 3.000 hektare tambahan, sehingga total area irigasi yang kembali normal mencapai sekitar 5.300 hektare.
“Ini juga sekaligus operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna memudahkan para petani serta mendukung swasembada pangan nasional,” tambahnya.
Secara keseluruhan, Paket 2 MYP mencakup tiga kabupaten, yakni Soppeng, Bone, dan Wajo dengan nilai sekitar Rp268,9 miliar serta penanganan 13 daerah irigasi.
Adapun daerah irigasi tersebut meliputi DI Unyi, DI Lanca, DI Jaling, DI Salomekko, DI Waru-Waru, DI Bengo, DI Selli Coppobulu, dan DI Lalengrie di Kabupaten Bone; DI Latenreng, DI Salobunne, dan DI Leworeng di Kabupaten Soppeng; serta DI Cilellang dan DI Cenrana di Kabupaten Wajo.
Program MYP pembangunan irigasi di Sulawesi Selatan memiliki total anggaran sekitar Rp764 miliar dengan cakupan layanan hingga kurang lebih 54.000 hektare lahan irigasi, dan direncanakan berlangsung selama dua tahun anggaran, yakni 2026 hingga 2027.
Gubernur berharap proyek ini dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani di wilayah tersebut.
“Kami berharap ini dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: zonakatacom
