Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Rantepao, Bupati Toraja Utara Ajak Warga Jaga Kedamaian dan Toleransi
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi yang digelar di Masjid Besar Rantepao, Kecamatan Rantepao, Kamis (18/9/2025) malam.
Kegiatan keagamaan tahunan ini diselenggarakan oleh pengurus baru Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Besar Rantepao dan diikuti antusias oleh sekitar 1.000 jamaah dari berbagai penjuru Toraja Utara.
Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan penceramah ternama asal Makassar, Prof. Dr. KH. Hamzah Harun Ar-Rasyid, Lc., M.A., Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan.
Ia juga merupakan guru besar di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, serta Wakil Ketua Umum MUI Sulsel.
Dalam ceramahnya, KH. Hamzah Harun menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi adalah bentuk nyata cinta umat Islam kepada Rasulullah SAW. Ia mengutip hadis Nabi:
“Barang siapa menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, lalu diamalkan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya.”
KH. Hamzah juga menekankan pentingnya meneladani Rasulullah baik sebagai Nabi dan Rasul maupun sebagai manusia biasa.
“Rasulullah sebagai Nabi dan Rasul memiliki implikasi hukum. Maka, apa pun yang beliau perintahkan dan larang wajib kita ikuti,” ujarnya di hadapan jamaah.
Di akhir ceramah, beliau memimpin doa bersama untuk keselamatan dan kedamaian masyarakat Toraja Utara.
Sementara itu, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong yang akrab disapa Dedi Palimbong mengucapkan selamat kepada umat Islam yang merayakan Maulid Nabi dengan suka cita dan semangat kebersamaan.
“Maulid Nabi adalah tradisi penuh kegembiraan untuk mengenang dan meneladani Rasulullah SAW sebagai pembawa pesan damai,” ujar Dedi dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat Maulid seharusnya tidak hanya dirasakan oleh umat Islam, melainkan menjadi momen bersama untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama.
“Kalau ada gangguan terhadap keharmonisan, kita harus turun tangan bersama. Toleransi adalah pegangan yang telah kita bangun bersama di daerah yang kita cintai ini,” tegas Ketua DPC Gerindra Toraja Utara itu.
Dedi juga mengimbau kepada para orang tua untuk terus menanamkan nilai-nilai kedamaian dan sikap toleran kepada anak-anak sejak dini.
Usai ceramah dan sambutan, acara dilanjutkan dengan tradisi khas masyarakat setempat, yakni perebutan telur hias yang disiapkan oleh kelompok masyarakat.
Tradisi ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Maulid Nabi setiap tahunnya di Toraja Utara, sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan.
Risna
- Penulis: zonakatacom

