PPPK Terima SK, Bupati Toraja Utara: Tidak Semua Langsung Masuk Kerja, Gaji Sesuai SPMT
- account_circle Gibran
- calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Sebanyak 1.300 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I formasi tahun 2024 menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, di Art Centre Alun-Alun Rantepao, Rabu (6/8/2025).
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Andrew Branch Silambi, Sekretaris Daerah Salvius Pasang, serta perwakilan dari Kantor Regional BKN Wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Bupati Frederik, yang akrab disapa Dedi Palimbong, menyampaikan bahwa jadwal semula pelantikan direncanakan pada bulan Oktober 2025.
Namun, karena kondisi keuangan daerah memungkinkan, maka pelantikan dipercepat menjadi awal Agustus. Meski demikian, SK tetap berlaku efektif per 1 Juli 2025.
Momen pelantikan ini dianggap istimewa karena berlangsung di bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Oleh karena itu, Bupati Dedi menginstruksikan seluruh PPPK untuk membawa bendera merah putih yang kemudian dibentangkan bersama usai penyerahan SK.
Ia juga menugaskan para PPPK untuk mengibarkan bendera di rumah masing-masing, yang akan dipantau langsung oleh Kepala OPD dan pimpinan instansi terkait.

Tak hanya itu, Bupati juga mewajibkan setiap PPPK menanam delapan bibit pohon di pekarangan rumah masing-masing sebagai simbol kenangan atas hari pelantikan sekaligus upaya pelestarian lingkungan.
Terkait tugas dan waktu mulai bekerja, Bupati menegaskan bahwa semua PPPK wajib menunggu penerbitan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) sebagai dasar dimulainya masa kerja dan pembayaran gaji.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua akan langsung bekerja setelah menerima SK, karena SPMT akan diterbitkan secara bertahap mulai Agustus hingga Oktober 2025.
“Untuk hari ini SK sudah di tangan, tapi bertugas sesuai SPMT. Itu yang jadi dasar kita menggaji kalian. Jadi jangan kecil hati,” tegas Bupati.
Ia menjelaskan bahwa penerbitan SPMT akan diprioritaskan bagi PPPK yang menunjukkan kedisiplinan dan rajin hadir di kantor.
Oleh karena itu, ia memerintahkan para kepala dinas untuk memantau langsung ke lapangan guna memastikan bahwa para PPPK telah mengibarkan bendera merah putih dan menanam delapan pohon di rumah masing-masing. Baru setelah itu, SPMT akan diberikan.
Bupati Dedi mengaku memahami perjuangan dan kesabaran para tenaga kontrak daerah (TKD) yang akhirnya bisa diangkat menjadi ASN melalui skema PPPK.
Ia menyampaikan selamat kepada para PPPK yang kini resmi menjadi bagian dari pemerintahan Kabupaten Toraja Utara.

“SK yang kalian terima hari ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tapi juga untuk keluarga. Kalian berhak memakai seragam Korpri dan memiliki hak yang sama seperti PNS. Ini adalah jawaban dari penantian panjang kalian,” ujarnya penuh haru.
Di akhir sambutannya, Bupati Frederik menegaskan pentingnya disiplin dan kinerja yang baik, serta mengingatkan agar para PPPK tidak memberi alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak memperpanjang kontrak tahun depan.
“Walaupun acara sempat molor, tapi itu tidak sebanding dengan lamanya kalian menanti. Saya ucapkan selamat. Tunjukkan kerja yang baik,” tutupnya.
Dari total 1.300 PPPK yang dilantik, sebanyak 646 adalah laki-laki dan 654 perempuan. Mereka terdiri dari PPPK tenaga teknis, guru, dan tenaga kesehatan.
- Penulis: Gibran
