Pengakuan Kekayaan Intelektual Tedong Bonga dan Hymne, Kado Istimewa Toraja Utara dari Kemenkumham Sulsel
- account_circle Gibran
- calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Di momen Hari Jadi ke-17 Kabupaten Toraja Utara, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Selatan memberikan hadiah istimewa berupa pengakuan resmi atas dua Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) yakni Tedong Bonga dan Hymne Toraja Utara.
Penyerahan sertifikat dilakukan dalam acara syukuran peringatan HUT Toraja Utara yang digelar di Lapangan Bakti, Kecamatan Rantepao, Senin 21 Juli 2025 lalu.
Sertifikat diserahkan langsung oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkumham Sulsel, Demson Marihot, kepada Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, yang didampingi Wakil Bupati Andrew Branch Silambi.
Penyerahan tersebut turut disaksikan oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, serta jajaran bupati dan wakil bupati se-Sulawesi Selatan, Wali Kota Palopo terpilih, Kepala Perwakilan BI Sulsel, pimpinan Bank Sulselbar serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Demson menyampaikan bahwa sertifikat KIK tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas kekayaan budaya masyarakat Toraja, baik di Toraja Utara maupun Tana Toraja.
“Ini adalah kado untuk seluruh masyarakat Toraja Raya. Pengakuan atas Tedong Bonga dan Hymne Toraja Utara menegaskan nilai budaya serta identitas yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujar Demson.
Ia menekankan bahwa Tedong Bonga, kerbau khas Toraja, memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi sehingga pantas dicatatkan sebagai kekayaan intelektual komunal.
Selain itu, Hymne Toraja Utara juga diakui secara resmi sebagai lagu daerah dalam sistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI) nasional.
“Apa yang kami serahkan hari ini adalah bukti nyata bahwa negara mengakui dan menghargai keunikan budaya Toraja,” tambahnya.
Demson juga mengajak Pemerintah Kabupaten Toraja Utara untuk terus mendorong masyarakat agar aktif dalam berbagai sektor seperti peternakan, pertanian, pariwisata, dan industri kreatif.
“Kami berharap semangat untuk berinovasi, membangun komunitas, dan berkreasi terus tumbuh agar potensi lokal dapat dimaksimalkan,” tutupnya.
Risna
- Penulis: Gibran
