Mamasa Bersinar di The Legend of Pongtiku II: Tenun dan Anggrek Jadi Perhatian
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Kabupaten Mamasa menjadi pusat perhatian dalam ajang The Legend of Pongtiku II berkat keunikan tenun tradisional dan anggrek khasnya.
Produk-produk unggulan ini memikat ratusan pengunjung, termasuk pejabat dari berbagai daerah.
Arruan Langit, pengrajin tenun asal Desa Balla Satanetean, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
“Ini kesempatan emas memperkenalkan warisan budaya kami langsung ke masyarakat luas,” ujarnya sambil memamerkan karya tenun yang sedang ditunjukkan cara pembuatannya.
Tak kalah menarik, stand anggrek dari Desa Tondok Bakaru selalu ramai dikunjungi. Andre, perwakilan komunitas anggrek, mengaku kewalahan melayani permintaan informasi.
“Banyak kolektor dari Sulawesi Utara tertarik dengan keunikan anggrek kami,” katanya.

Nampak Bupati Mamasa Welem Sambolangi disalah stand UMKM yang memamerkan sejumlah jenis bunga salah satunya bunga anggrek (foto Istimewa)
Bupati Mamasa Welem Sambolangi memimpin langsung delegasi kabupatennya. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan tiga tujuan utama: memperkuat identitas budaya Toraja Raya, membangun jaringan strategis, dan mempromosikan potensi daerah.
“Mamasa punya banyak hal istimewa yang patut dikenal nasional,” tegasnya.
Momen puncak kehadiran Mamasa adalah pertunjukan spektakuler “Mamasa Night” yang memukau penonton dengan kolaborasi seni tradisional dan modern.
Acara ini menjadi bukti nyata komitmen Mamasa melestarikan budaya sekaligus berinovasi.
Dengan partisipasi aktif ini, Mamasa tidak hanya sekadar hadir, tetapi menyampaikan pesan kuat: siap bersaing di panggung nasional melalui kekayaan budaya dan potensi daerah yang unggul.*
- Penulis: zonakatacom
