Sekolah Rakyat, Harapan Baru Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu Di Tana Toraja
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, mulai merealisasikan program inovatif di bidang pendidikan yang dinamakan Sekolah Rakyat.
Program yang merupakan inisiatif dari Kementerian Sosial ini secara khusus ditujukan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu serta mereka yang sempat putus sekolah karena berbagai kendala, terutama faktor ekonomi.
Pada tahap awal pelaksanaan di tahun 2025, Sekolah Rakyat di Tana Toraja difokuskan untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sebanyak 100 siswa akan diterima sebagai angkatan pertama dan mengikuti kegiatan belajar-mengajar secara terpusat di SKB Ge’tengan, Kecamatan Mengkendek.
Seluruh peserta didik akan tinggal di asrama agar dapat menjalani proses pendidikan secara intensif dan fokus.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, menyatakan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk menciptakan generasi muda yang unggul, terdidik, dan berdaya saing, tanpa terkendala oleh kondisi ekonomi keluarga.
“Program ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil dan bertujuan memastikan setiap anak memiliki hak serta kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan,” jelas Zadrak.
Untuk mendukung pelaksanaan program ini, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja telah menyiapkan tenaga pengajar dari guru-guru lokal yang kompeten dan berpengalaman di berbagai bidang studi.
Apabila terdapat kekurangan pengajar dalam mata pelajaran tertentu, pemerintah daerah telah menjalin koordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk mendatangkan tenaga pengajar tambahan dari pusat.
“Mutu pengajaran menjadi prioritas utama agar anak-anak peserta program tidak hanya mendapatkan pendidikan seadanya,” kata Zadrak.
Pendaftaran peserta untuk tahap awal program Sekolah Rakyat ini telah dibuka dan dapat dilakukan dengan mengunjungi langsung Kantor Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja di Makale.
Proses seleksi akan memprioritaskan anak-anak dari keluarga miskin serta mereka yang sudah tidak lagi bersekolah karena kendala biaya. Pendaftaran akan ditutup pada 6 Juli 2025.
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja juga telah merancang pengembangan program ini dalam jangka panjang.
Mulai tahun 2026, Sekolah Rakyat akan diperluas mencakup seluruh jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA, dengan target penerimaan sebanyak 1.000 siswa dari seluruh pelosok wilayah Tana Toraja.
Lokasi permanen untuk Sekolah Rakyat saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama para kepala lembang di sejumlah wilayah potensial, dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan ketersediaan infrastruktur.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu menekan angka putus sekolah yang masih terjadi di daerah pedalaman serta kawasan-kawasan miskin di Tana Toraja.
Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak Toraja yang selama ini tertinggal dalam hal pendidikan untuk mengejar ketertinggalan mereka dan membangun masa depan yang lebih cerah.
Bupati Zadrak menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga, dan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata keberpihakan negara, melalui pemerintah daerah, terhadap mereka yang selama ini terpinggirkan oleh sistem.*
- Penulis: zonakatacom
