DPR RI dan Kemenpar Mendukung! Mamasa Pacu Diri Jadi Destinasi Prioritas Nasional
- account_circle Gibran
- calendar_month Senin, 16 Jun 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAMASA Kabupaten Mamasa semakin serius menggarap potensi pariwisatanya sebagai penggerak ekonomi lokal.
Dalam pertemuan strategis Bupati Mamasa dengan anggota Komisi VII DPR RI, H. Muh. Zulfikar Suhardi, dan perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Arum Damarintyas, membahas langkah konkret menjadikan Mamasa sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional.
Bupati Mamasa Welem Sambolangi menegaskan bahwa daerahnya layak menjadi perhatian nasional.
“Kami punya air terjun eksotis seperti Liawan dan Sambabo, pegunungan memesona seperti Buntu Kepa’ dan Buntu Liarra’, serta wisata religi di Bukit Ziarah Buntu Pena’. Belum lagi Desa Wisata Tondokbakaru yang kaya budaya,” paparnya.
Tak hanya itu, Mamasa juga mengusulkan diri sebagai bagian dari Kawasan Ekonomi Kreatif Nasional dalam revisi Perpres No. 142/2018 (RENDEKRAF).
Langkah ini diharapkan bisa mengangkat ekonomi lokal berbasis pariwisata dan kreatif, mengurangi ketergantungan pada sektor tradisional.
H. Muh. Zulfikar Suhardi mengaku terkesan dengan potensi Mamasa.
“Ini kali kedua saya ke sini, dan saya yakin Mamasa adalah permata pariwisata yang belum tergarap maksimal. Saya akan dorong agar Mamasa masuk perencanaan nasional,” tegasnya.

Nampak pertemuan Bupati Mamasa, Welem Sambolangi bersama Anggota Komisi VII DPR RI, H. Muh. Zulfikar Suhardi, dan perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Arum Damarintyas (foto Istimewa)
Sementara itu, Arum Damarintyas dari Kemenpar RI menyambut positif inisiatif Pemkab Mamasa.
“Kami apresiasi langkah aktif Mamasa membangun kemitraan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis Mamasa untuk memperkuat posisinya di peta pariwisata Indonesia.
Dengan dukungan politik dan koordinasi lintas kementerian, Mamasa berpeluang besar menjadi destinasi unggulan baru di Sulawesi Barat danbersaing dengan daerah lain.*
- Penulis: Gibran
