Pemkab Mamasa Dorong Pariwisata Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
- print Cetak

foto Istimewa
ZONAKATA.COM – JAKARTA Pemerintah Kabupaten Mamasa terus mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi daerah.
Dalam rangka itu, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melakukan audiensi dengan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dwi Marhen Yono, Rabu (7/5/2025).
Pertemuan yang berlangsung di kantor Kemenparekraf, Jakarta, ini dimanfaatkan Bupati untuk memaparkan langsung potensi strategis Kabupaten Mamasa sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan destinasi alternatif dari kawasan Tana Toraja.
Mamasa dinilai memiliki kekayaan alam, budaya, serta potensi wisata yang unik, yang berpotensi menjadi bagian dari jaringan destinasi prioritas nasional.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur sebagai faktor pendukung, terutama dalam hal konektivitas Mamasa dengan Polewali Mandar dan Mamuju.
Dalam visi pembangunan lima tahun ke depan, sektor pariwisata ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan yang diprioritaskan oleh Pemkab Mamasa.
Menanggapi pemaparan tersebut, Asisten Deputi Dwi Marhen Yono mengapresiasi keseriusan Pemkab Mamasa dalam mengembangkan pariwisata berbasis potensi lokal.
Ia menekankan pentingnya penguatan konsep pengembangan destinasi, penegasan branding daerah yang mencerminkan kekhasan Mamasa, serta penyusunan data pariwisata yang akurat sebagai dasar perencanaan kebijakan.
Salah satu poin strategis yang turut dibahas adalah perlunya reaktivasi operasional Bandara Sumarorong sebagai pintu masuk wisatawan.
Dengan strategi promosi yang tepat, bandara ini dinilai mampu memperpendek akses ke Mamasa sekaligus mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa Kabupaten Mamasa berpeluang masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPARNAS) dan menjadi salah satu penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Pariwisata Tahun Anggaran 2026.
Namun, realisasi dukungan tersebut akan sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam memenuhi persyaratan administratif dan teknis yang ditetapkan.
Kemenparekraf, melalui Asisten Deputi, menyampaikan komitmennya untuk mendampingi Pemkab Mamasa dalam proses pemenuhan seluruh aspek pendukung, termasuk penyusunan proposal, pemetaan destinasi, serta penguatan jejaring promosi dan industri pariwisata lokal.*
- Penulis: zonakatacom
