Bupati Toraja Utara Pilih Mobil Listrik sebagai Kendaraan Dinas, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan
- account_circle Gibran
- calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menegaskan komitmennya untuk menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas, bukan Toyota Alphard yang sempat ramai diperbincangkan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk efisiensi anggaran dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami memilih mobil listrik karena lebih hemat dan ramah lingkungan, bukan Alphard,” tegas Frederik, yang akrab disapa Dedy, Minggu (30/3/2025).
Pernyataan ini sekaligus meluruskan kabar sebelumnya yang menyebut Pemkab Toraja Utara menganggarkan pembelian Toyota Alphard senilai Rp1,8 miliar.
Meski anggaran untuk kendaraan dinas bupati dan wakil bupati memang sudah tercantum dalam APBD 2025, Dedy memastikan akan mengalihkannya untuk mobil listrik yang lebih ekonomis.
Dedy menjelaskan, harga mobil listrik hanya separuh dari Alphard. Bahkan, penghematan ini memungkinkan Pemkab membeli aset tambahan berupa mobil hybrid Hyundai yang dapat beroperasi dengan bahan bakar maupun baterai.
“Dari segi bahan bakar dan perawatan, mobil listrik jauh lebih irit. Untuk perjalanan ke Makassar, Alphard bisa menghabiskan Rp2 juta untuk BBM, sedangkan mobil listrik hanya Rp150-200 ribu,” paparnya.
Ia juga menyoroti manfaat lingkungan dari kebijakan ini, sekaligus mengapresiasi kesadaran masyarakat yang aktif mengawasi kebijakan pemerintah.
Dedy mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan peninjauan ulang anggaran di seluruh SKPD untuk memastikan penggunaan dana yang tepat sasaran. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mengefisiensikan belanja daerah.
“Kami menemukan banyak anggaran yang tidak sesuai prioritas. Hasil penghematan akan dialihkan untuk program strategis, seperti revitalisasi Sungai Sa’dan, perbaikan drainase, Pasar Bolu, dan pembangunan jalan di Baruppu’ Parodo serta Sapan-Pulu-Pulu,” jelasnya.
Dedy menegaskan, ia dan Wakil Bupati Andre siap bekerja tanpa pencitraan asalkan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami tidak masalah tidak populer, yang penting rakyat merasakan hasilnya,” tandasnya.*
- Penulis: Gibran
