Serapan Beras BULOG Melonjak 2.000%, Kinerja Mentan Amran Diapresiasi
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – JAKARTA Perum BULOG mencatat pencapaian luar biasa dalam penyerapan beras selama tiga bulan pertama 2025.
Hingga Maret, BULOG telah menyerap 725.513 ton beras dari petani, melonjak 2.000% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 35.000 ton. Angka ini juga menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Peningkatan signifikan ini dianggap sebagai hasil kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menyebut, lonjakan serapan beras menunjukkan “tangan dingin” Amran dalam membawa perubahan di sektor pertanian.
“Dalam waktu singkat, kita lihat dampak nyata: serapan BULOG naik drastis, produksi beras meningkat, mafia pangan ditindak, dan anggaran digunakan secara efisien. Jargon ‘tidak ada hari libur untuk swasembada’ benar-benar diwujudkan,” ujar Hensa.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produksi beras Januari-Maret 2025 naik 52,32% menjadi 8,67 juta ton dibanding 2024. Bahkan, produksi April diprediksi mencapai rekor tertinggi dalam tujuh tahun, yakni 13,95 juta ton.
Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp6.500/kg dan penghapusan rafaksi (potongan kualitas) turut mendongkrak serapan. Pemerintah juga menambah anggaran BULOG Rp16,6 triliun untuk memastikan petani tidak dirugikan.
Hensa mengapresiasi pencapaian ini sebagai “kado Lebaran” bagi bangsa, namun mengingatkan agar pemerintah tidak lengah. Tantangan seperti cuaca ekstrem dan ancaman gagal panen masih harus diwaspadai.
Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi Kementan, BULOG, dan Pupuk Indonesia. Program seperti pompanisasi (irigasi berbasis pompa) berhasil meningkatkan produksi padi 1,49 juta ton pada 2024. Sebanyak 62.378 unit pompa dan 9.904 unit irigasi didistribusikan ke sentra produksi padi.
Mentan Amran juga dikenal tegas memberantas mafia pangan, seperti kasus pupuk palsu dan spekulasi harga Minyakita. Ia bahkan memberikan nomor pribadi untuk mendengar keluhan petani langsung.
Direktur Pengadaan BULOG, Prihasto Setyanto, mengaku mendapat dukungan penuh dari Mentan Amran.
“Beliau sering mengecek harga gabah di lapangan agar petani tidak dirugikan,” ujarnya.
Dengan kebijakan hulu-hilir seperti penyediaan pupuk tepat waktu, irigasi modern, dan benih unggul, Kementan optimis Indonesia bisa mencapai ketahanan pangan berkelanjutan.
Lonjakan serapan BULOG menjadi bukti awal bahwa swasembada pangan bukan sekadar wacana.*
- Penulis: zonakatacom
