Natal Jadi Momen Berkesan, 89 WBP Rutan Makale Terima Remisi Khusus
- account_circle Gibran
- calendar_month Rabu, 25 Des 2024
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Natal selalu menjadi momen yang istimewa bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Hari penuh cinta kasih, kedamaian, dan harapan ini dirayakan dengan sukacita, termasuk oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Makale.
Pada Natal tahun ini, puluhan WBP beragama Kristen menerima Remisi Khusus Natal, menjadikannya momen yang tak terlupakan.
Surat Keputusan (SK) Remisi Khusus diserahkan secara simbolis kepada perwakilan WBP dalam sebuah acara sederhana namun penuh makna. Penyerahan berlangsung usai ibadah perayaan Natal yang digelar, Rabu (25/12/2024).
Rasa gembira dan haru tampak jelas di wajah para penerima remisi, karena pengurangan masa hukuman ini memberikan harapan baru untuk kembali ke masyarakat lebih cepat dan memulai lembaran baru dalam hidup mereka.
Plh Kepala Rutan Makale, Kamaruddin S. Paonganan, dalam sambutannya membacakan pesan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ia menyampaikan bahwa Remisi Khusus Natal adalah wujud apresiasi bagi warga binaan yang telah menunjukkan sikap baik selama menjalani masa pidana.
“Pemberian remisi kepada narapidana dan pengurangan masa pidana kepada anak binaan merupakan bentuk penghargaan bagi mereka yang berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan, dan telah menunjukkan penurunan tingkat risiko,” ujarnya.
Pada Natal 2024 ini, sebanyak 89 warga binaan Rutan Makale menerima Remisi Khusus Natal. Pengurangan masa hukuman tersebut bervariasi, dengan rincian 19 orang memperoleh remisi 15 hari, 64 orang mendapatkan remisi 1 bulan, dan 6 orang menerima remisi 1 bulan 15 hari.
Remisi ini diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai ketentuan.
Kamaruddin menekankan bahwa remisi adalah hak yang diberikan oleh negara, tetapi perubahan sejati harus datang dari dalam diri masing-masing warga binaan.
“Semoga Natal ini membawa kebahagiaan dan kedamaian dalam hati setiap warga binaan, serta memotivasi mereka untuk menjalani hidup dengan penuh harapan dan kebaikan,” tambahnya.
- Penulis: Gibran
