Kisah Nenek Nitti, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Tua
- account_circle Gibran
- calendar_month Sabtu, 15 Jun 2019
- print Cetak

Nenek Nitti. atau Indo’ Polina hidup sebatang kara digubuk miliknya. (foto Ernita Suko)
ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Malang nian nasib Nenek Nitti. atau Indo’ Polina. Wanita renta berusia 70 tahun lebih ini tinggal sebatang kara pada sebuah gubuk tua.
Nenek Nitti. menghuni gubuk yang terbuat dari kayu berdindingkan papan dan anyaman bambu, sudah nampak keropos karena termakan usia.
Nenek Nitti. sudah bertahun-tahun hidup menyendiri di gubuk yang beralamat di Lembang Sa’dan Pesondongan, Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara.
Jangankan berjuang hidup untuk mendapat rumah layak, untuk makan kebutuhan sehari-hari saja, ia hanya berharap belas kasih dari masyarakat sekitar.
Terkadang untuk makan Nenek Nitti, memetik sayur dipekarangannya.
Jika tidak ada yang membawakan makanan terkadang Nenek Nitti hanya makan pisang dan sagu atau malah menahan lapar karena tidak ada yang bisa dimakan.
“Terkadang Nenek Nitti hanya makan pisang atau sagu, malahan ia terkadang harus menahan lapar,” kata Ernita Sulo, kepada zonakata.com, Sabtu (15/6).
Menurut Ernita, Nenek Nitti, selain menyambung hidup dari belas kasihan tetangganya, dia juga mendapat beras raskin 10 kilo per tiga bulan dari pemerintah.
Meski tidak memiliki hubungan keluarga, Ernita sering mengunjungi kediaman Nenek Nitti karena prihatin terhadap kondisi yang dialaminya. Meski hanya sekedar membawa makanan dan kebutuhan sehari hari buat Nenek Nitti.
Kepada Ernita, Nenek Nitti mengaku memiliki seorang anak dan cucu, cuma dia tidak tahu dimana keberadaan anaknya itu. Sementara cucunya menurut tetangga Nenek Nitti sudah sekian lama tidak berkunjung.
Ernita setiap berkunjung selalu mendengar keluh kesah Nenek Nitti. Tersirat di wajahnya, beban hidup yang dirasakan oleh Nenek Nitti. Dimana menjalani masa tua seorang diri. **
- Penulis: Gibran
