Dianggap Tidak Transparan Kelola Dana Covid, Laskar Lakipadada dan Gasmator Gelar Unjuk Rasa
- account_circle Gibran
- calendar_month Senin, 7 Sep 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pengelolaan anggaran Covid-19 oleh Satgas Covid Tana Toraja dianggap tidak transparan membuat sejumlah elemen pemuda yang tergabung dalam Laskar Lakipadada dan Gerakan Solidaritas Mahasiswa Toraja (Gasmator) menggelar aksi unjuk rasa.
Mereka menilai anggaran sebesar Rp.74 Miliar yang dikelola oleh Satgas Covid-19, selain tidak transparan juga diduga penggunaan anggaran itu tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Kami baca disalah satu media online, anggaran Covid dibelikan HP Android bahkan ada yang dibelikan bir, itu kan sudah kelewatan,” ucap Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Tejo Sibala.
Dikatakan tidak masuk akal jika petugas di setiap Puskesmas atau anggota Satgas tidak seorang pun yang menggunakan HP Android. Jika hanya untuk kebutuhan informasi sehingga harus ada pengadaan HP Android.
“Untuk kami mengharap pihak penyidik dan auditor segera turun melakukan audit. Termasuk untuk pembelian minuman beralkohol jenis bir dan sejumlah belanja lainnya yang diduga di mark up,” ungkap Tejo Sibala.
Aksi dari Laskar Lakipadada dan Gasmator ini dilakukan di empat tempat berbeda yakni, di gedung Kejaksaan Negeri Makale, Polres Tana Toraja, DPRD Tana Toraja dan di kantor Bupati Tana Toraja.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tana Toraja Berthy Mangontan selaku Koordinator Media Center Satgas Covid-19 dalam siaran persnya mengatakan fasilitas Handphone Android ini digunakan sebagai Call Center dan penunjang informasi di Tim Satgas yang sudah sesuai dengan RAB.
“Pengadaan HP Android ini telah sesuai dengan RAB bahkan sudah sesuai dengan arahan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel,” kata Berthy, Senin (7/9).
Dikatakan HP Android sebanyak 30 unit diberikan kepada 22 puskesmas di Kabupaten Tana Toraja, 1 unit untuk Posko Media Center, 1 unit untuk Posko Pengaduan, 1 unit untuk Dinas Kesehatan, 1 unit untuk RSUD Lakipadada, 3 unit untuk Sekretariat dan 1 unit untuk BPBD Kabupaten Tana Toraja.
“Informasi dari Tim Surveilans ini sangat penting dalam hal penanganan Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja sehingga fasilitas seperti HP Android sangat dibutuhkan” ungkap.
Dijelaskan jika HP Android itu setelah tugas tim surveilans selesai akan di inventariskan sebagai milik Puskesmas serta BPBD dan bukan milik pribadi. Menyangkut pembelian bir tidak ada dipertanggungjawabkan dalam laporan penggunaan Dana Covid-19 karena tidak ada dalam Rencana Anggaran Biaya Satgas Covid-19.
- Penulis: Gibran
