Kebijakan Pemerintah Membuka Pasar di Tengah Pandemi Covid-19, Mendapat Sorotan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja untuk kembali membuka seluruh pasar diwilayah ini mendapat sorotan dari salah satu anggota DPRD Tana Toraja, Randan Sampetoding.
Menurutnya kebijakan itu dinilai terlalu terburu buru ditengah pandemi virus Corona yang belum juga mengalami penurunan. Menurut Randan, seharusnya pemerintah melihat kondisi secara keseluruhan sebelum mengambil sebuah sikap.
“Salah satu tempat penyebaran bagi virus Corona adalah pusat-pusat keramaian salah satunya adalah pasar. Dan perlu kita ketahui kasus Covid-19 di Sulsel sejauh ini belum ada penurunan, jadi kita masih harus melakukan pencegahan, ” kata Randan.

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan Pemerintah jika masyarakat Tana Toraja adalah masyarakat yang konsumtif dimana hampir seluruh kebutuhan masyarakat berasal dari luar daerah. Pedagang dari luar akan masuk dan tidak menutup kemungkinan berasal dari daerah zona merah.
“Hampir semua kebutuhan kita dipasok dari luar, seperti beras, ayam putih dan telur dari Sidrap, ikan dari Palopo dan Pangkep, sayur mayur dari Enrekang, belum yang lainnya,. Sehingga melihat peluang ini pedagang dari luar pasti akan masuk,” ucapnya.
Meski ia pun mengaku merasakan apa yang dialami oleh para pedagang jika pasar ditutup tetapi menurutnya kesehatan bagi keluarga lebih penting dari segalanya. Apalagi untuk sementara ada bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ini.
“Inilah fungsi kenapa pemerintah menurunkan bantuan jaring pengaman sosial (JPS) yang diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak karena untuk mencegah penyebaran virus Corona,. Dan JPS ini akan berlangsung selama 3 bulan,, sedang yang berjalan baru 1 bulan,” ungkapnya.
Menurutnya, jika kebijakan itu seharusnya berlaku bagi semua sektor salah satunya sektor pariwisata dan pendidikan. Bagaimana jika pelaku wisata dan pendidikan juga meminta hal yang sama. Karena objek ditutup serta siswa diliburkan hanya semata-mata untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.
“Jika pemerintah akan membuka pasar, bagaimana dengan objek wisata yang selama ini ditutup, pendidikan diliburkan, termasuk warung-warung makan dan cafe. Belum lagi dengan tempat-tempat ibadah yang sudah hampir satu bulan ditutup,” kata Randan.
Untuk itu Ketua AMPG Tana Toraja ini meminta agar kebijakan pemerintah tersebut perlu dikaji dan dicermati ulang, karena hampir semua sektor terkena dampak dan bukan hanya pedagang saja.
- Penulis: zonakatacom
