fbpx

Sempat tertunda, Tim Penjaringan Segera Menetapkan Bakal Calon Ketua KONI Tana Toraja

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tana Toraja, segera menetapkan bakal calon ketua baru setelah sebelumnya ditunda.

Sejatinya, penetapan bakal calon pada 11 Oktober 2023 lalu, namun ditunda lantaran banyaknya Cabang Olahraga (Cabor) yang dimasukkan KONI Tana Toraja untuk mendapatkan hak suara.

Total ada 31 cabang olahraga yang diusulkan KONI Tana Toraja ke pengurus provinsi.

Ketua Penjaringan dan Penyaringan Ketua KONI Tana Toraja, Yosafat Sampe mengatakan, penetapan bakal dilakukan pada Sabtu 4 November 2023 mendatang.

“Kita segera melakukan tahapan penetapan bakal calon pada 4 November 2023 mendatang,” kata Yosafat di Makale Kamis (26/10/2023).

Namun kata dia, terkait jumlah pasti cabang olahraga sebagai peserta pemilih belum diketahui oleh panitia.

Pasalnya pihaknya masih menunggu kepastian dari pengurus KONI Sulsel, cabor mana yang memenuhi syarat sebagai pemilik suara pada pemilihan ketua nanti.

“Untuk jumlah cabor yang berhak memilih belum kita ketahui juga, masih menunggu ketetapan pengurus provinsi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, ada tiga pendaftar ketua KONI Tana Toraja. Mereka adalah Daniel Bemba yang merupakan petahana. Kemudian dr Elia Tombeg dan Indra Batara penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tana Toraja.

Sebelumnya saat tahap pendaftaran panitia penjaringan menyebut jika ada 23 cabor pemegang hak suara. Saat pendaftaran dr Elia mendapat rekomendasi 10 cabor sedangkan Indra mendapat rekomendasi dari 8 cabor. Sedangkan 5 cabor yang tersisa dikabarkan mendukung petahana.

Sehingga secara dukungan hanya dr.Elia dan Indra yang memenuhi syarat sedangkan Daniel Bemba tidak cukup dukungan cabor dimana yang dipersyaratkan minimal 8 cabor yang memberikan rekomendasi.

Dan disaat penetapan bakal calon pada Rabu 11 Oktober 2023 lalu, tiba-tiba pihak panitia Penjaringan dan Penyaringan Ketua KONI Tana Toraja menunda penetapan bakal calon ketua.

Hal ini dikarenakan banyaknya cabang olahraga (cabor) yang dimasukan KONI Tana Toraja untuk mendapatkan hak suara. Sejauh ini sudah ada 31 cabor yang disebut-sebut memiliki hak suara. Terakhir cabang Fobi/Pentanque dan cabang Kurash yang dimasukkan.

Untuk itu sejumlah pengurus cabor yang selama ini aktif meminta KONI Sulsel untuk betul-betul memeriksa keabsahan dan legalitas ke 31 cabor tersebut, yang mana cabor memiliki suara dan mana yang tidak.

Sementara itu Sekretaris Umum KONI Sulsel, Mujiburrahman saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa setiap cabor yang mendukung salah satu calon, selain memberikan rekomendasi dukungan juga harus melampirkan SK Kepengurusannya.

“Setiap cabor dalam memberikan rekomendasi harus melampirkan SK Kepengurusannya. Na, nanti legalitas SK ini kita teliti apa SK pengurus cabor tersebut belum berakhir atau tidak,” jelasnya.

Tom/ZK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bappelitbangda Sulsel Monitoring Evaluasi dan Coaching Clinic Program Kolaborasi ‘Si Lebah Unggulan’ di Parepare

ZONAKATA.COM - PAREPARE Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan monitoring evaluasi yang dirangkaikan...

Berita Lain