fbpx
27 C
Makassar
Sabtu, 22 Januari 2022

Pentingnya Dana Desa untuk Mencegah Pandemi Covid-19

Tren Menurun atau Berjaga Kembali Kabupaten Tana Toraja & Toraja Utara

Populer

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

Oleh: Meity Meiske Koyongian, Si.P

Pendahuluan/Pembukaan
Berbagai macam jenis virus dibelahan dunia bermunculan penanganannya bervariasi para peneliti dengan berbagai macam cara penelitian dilakukannya hingga pada hasilnya dapat membuahkan menghambat reproduksi virus, merangsang perekrutan sel kekebalan untuk melawan infeksi, kuat melindungi terhadap Covid-19, sedangkan produksi yang tertunda dikaitkan dengan penyakit parah.

Fenomena yang terjadi di masyarakat Kabupaten Tana Toraja & Kabupaten Toraja Utara bukan saja dari segi kesehatan tetapi dari semua sendi kehidupan masyarakat sangat besar dampaknya diseluruh tatanan kehidupan sosial, perekonomian masih mulai merangka naik termasuk di desa dan dalam hal ini pemerintah selalu berupaya secara menyeluruh semaksimalkan untuk menanggulangi di tingkat desa dengan cara dan berpedoman pada aturan mengenai penyaluran Dana Desa 8% dalam rangka penanggulangan COVID-19 yakni PMK No. 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 untuk Mendukung Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Dana Cadangan KMK No-19/KM.7/2021 mendukung percepatan penanganan limbah medis corona virus disease 2019 pada Pemda Kabupaten Tana Toraja dan Dampaknya.

Didalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), pemerintah memprioritaskan penggunaan Dana Desa untuk pengamanan jaringan sosial yang salah satunya adalah penyaluran Bantuan langsung Tunai (BLT) Desa dengan besaran Rp300.000,- selama 12 (dua belas) bulan wajib dianggarkan untuk mengangkat penderitaan masyarakat desa yang diakibatkan oleh dampak pademi Covid19 tersebut.

Penelitian ini berfokus bagaimana pemanfaatan dana desa pada masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.

- ADS -

Tujuan utama ini untuk mengetahui dan menganalisis model pemanfaatan dana desa dan selanjutnya dapat menggunakan skema penggunaan dana desa yang sesuai dengan permendes nomor 6 Tahun 2020 tentang ….

  • Penggunaan dana desa untuk mencegah Covid 19.
  • Penggunaan dana desa untuk padat karya tunai desa.
  • Penggunaan dana desa Bantuan langsung tunai.

Dan metode ini kami gunakan dengan menggunakan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi dan hasilnya sudah sesuai dengan aturan permendes tersebut termasuk persentase jumlah dana desa tidak kurang 8 persen dianggarkan untuk bantuan kepada masyarakat yang berdampak pandemi Covid-19

Pembahasan

Bantuan Langsung Tunai Desa (BLT Desa) merupakan pemberian uang tunai kepada keluarga miskin atau tidak mampu di desa yang bersumber dari Dana Desa, dan Ketentuan pembayaran BLT Desa diatur dalam PMK No. 222/PMK.07/2020. Pengaturan mengenai BLT Desa dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Dana Desa diprioritaskan untuk BLT Desa dan Pemerintah Desa (Pemdes) wajib
    menganggarkan dan melaksanakan kegiatan BLT Desa.
  2. Calon keluarga penerima manfaat (KPM) BLT Desa paling sedikit memenuhi
    kriteria sebagai berikut:
    – Keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa bersangkutan;
    dan Tidak termasuk penerima bantuan Program Keluarga Harapan (KPH),
    – Kartu Sembako, dan Kartu Pra Kerja.
  3. Pendataan calon keluarga penerima manfaat BLT Desa mempertimbangkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.
  4. Besaran BLT Desa ditetapkan sebesar Rp300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) selama 12 bulan per keluarga penerima manfaat.Pentingnya Dana Desa

Pagu Dana Desa Tahun Anggaran 2021 sesuai dengan DIPA DAK Fisik dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 Nomor SP DIPA-999.05.6.403641/2021 sebesar
Rp261.013.777.000-.

Direvisi menjadi Total Pagu Rp493.702.537.000.- Pagu ini dialokasikan kepada 2 (dua) Kabupaten Toraja yakni Kabupaten Tana Toraja mendapatkan 51,1% Rp252.359.719.000,- dan Kabupaten Toraja Utara 48.9% Rp241.342.818.000,-

Melihat dari persentase 51.1% Kabupaten Tana Toraja yang terdiri dari 112 desa dan dari persentase 48.9% Kabupaten Toraja Utara terdiri dari 111 desa, cukup banyak desa desa dari ke dua Kabupaten untuk dilayani penyaluran dana BLT yang telah dianggarkan oleh Pemerintah Pusat. Rincian Dana Desa setiap desa dialokasikan berdasarkan 4 jenis alokasi.

Untuk Alokasi Dasar diberikan kepada semua desa dengan besaran berdasarkan kriteria jumlah penduduk.

Alokasi Afirmasi diberikan kepada desa dengan status desa tertinggal dengan besaran Rp171.591.000,- dan desa sangat tertinggal dengan besaran Rp343.183.000,-.

Alokasi Kinerja diberikan kepada desa yang memiliki nilai kinerja terbaik berdasarkan kriteria tertentu dengan besaran Rp288.153.000,-.

Alokasi Formula berdasarkan perhitungan tertentu berdasarkan beberapa kriteria.

Alokasi Dasar dengan total persentase 53,5% kemudian Alokasi Formula (33,4%), Alokasi Afirmasi (10,6%) dan Alokasi Kinerja (2,4%).

Dana yang ditetapkan besaran seluruh Alokasi ini dapat membantu perekonomian desa desa yang ada di ke 2 (dua) kabupaten, Yaitu Kab. Tana Toraja dan Kab.Toraja Utara.

Realisasi Penyaluran Dana Desa Triwulan ke IV yang sekarang ini memasuki sampai dengan bulan Oktober 2021 sebesar Rp.294.032.768.785,– atau 59.56% dari total pagu desa Tahun Anggaran 2021

Gejala tanda munculnya kembali Virus Covid-19 karena Target Vaksin masih di bawah “Standar” Berdasarkan penyampaian dari Kementerian Kesehatan RI, bahwa Propinsi Sulawesi Selatan sebagai daerah berpotensi mengalami kejadian luar biasa (KLB) Covid-19, ini dikarenakan dan didasari rendahnya capaian Vaksinasi di Sulawesi Selatan.

Heart Imunity belum terbentuk sementara kekawatiran terjadinya ledakan kasus baru Corona semakin dekat membayangi roda kehidupan manusia, untuk mencapai Hert Imunity atau kekebalan kelompok harus mencapai 70 persen warga yang masuk sasaran Vaksinasi telah menerima dosis lengkap pada akhir Tahun ini.

Sesuai Data Kementerian Kesehatan RI, tanggal 11 November 2021 tercatat hanya empat propinsi di Indonesia yg mencapai pelaksanaan Vaksinasi lebih dari 50 persen antara lain DKI Jakarta, Bali, Yogyakarta dan Kepulauan Riau.

Sementara capaian Vaksinasi Dosis kedua di Sulawesi Selatan baru sekitar 28.23 persen atau 1.99 juta dari 8 juta warga. Kota Makassar menjadi daerah dengan capaian tertinggi di Provinsi Sulsel sekitar 75 persen sementara Jeneponto dan Bulukumba terendah 21.91 persen dan 27.31 persen.

Dan untuk cakupan Vaksinasi Dosis pertama Sulsel di antaranya untuk Kabupaten Tana Toraja 58.85 persen dan Toraja Utara 57.28 persen.

Sehingga cakupan Vaksinasi di daerah terus digenjot agar cakupan suplemen kekebalan tubuh terhadap virus covid19 dapat teratasi.

Terkait dengan masih rendahnya capaian vaksinasi karena kendala yang dihadapi selama ini adalah minat masyarakat semakin surut untuk mengikuti vaksin , maka tentu harus mempersiapkan tiga hal yaitu:

  1.  Mempersiapkan logistik vaksin
  2.  Petugas vaksin.
  3.  Sasaran. dan strategi mengatasinya.

Tentu harus terpadu melibatkan berbagai pihak seperti Kepala Desa, Komunitas Relawan, para pemangku kepentingan lainnya termasuk Babinkamtibmas, Babinsa agar semua ini menjemput bola kalau diperlukan setiap event dapat dipersyaratkan para peserta harus di vaksin dan jangan lupa segrakan untuk berlakukan Aplikasi Peduli Lingkungan di area publik.

Untuk mempercepat capaian Vaksinasi maka Pemerintah akan terus menggencarkan program Vaksin merupakan cara penanganan Covid-19 , beragam jenis vaksin yang disiapkan untuk masyarakat diseluruh penjuruh tanah air.

Ada beberapa jenis vaksin Covid-19 di Indonesia yang telah tersedia. Terbaik vaksin pfizer, kedatangan vaksin ini diharapkan dapat membantu akselerasi program Vaksin Nasional hingga mencapai herd Imunity atau kekebalan kelompok 70 persen.

Vaksin tersebut sudah siap dalam bentuk jadi sebanyak 1,5 juta dosis dan dapat digunakan oleh masyarakat berusia 12 tahun keatas. Sehingga nantinya secara nasional dapat mencukupi.

Kedepan diharapkan dapat disiapkan oleh petugas kesehatan yang sudah terlatih menggunakan teknik tertentu termasuk cara mencairkan dan mengencerkan vaksin sebelum digunakan.

Sesuai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan bahwa vaksin merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya infeksi Covid-19, oleh karena itu jumlah masyarakat yang sudah mendapatkan dosis ke 2, sementara itu capaian Vaksinasi Dosis 2 per Agustus sebanyak 30.753.137 orang jadi menghitung cakupan yang kedua bukan dosis pertama ditambah yang kedua menjadi 400 juta.

Terkait dengan target sasaran Vaksinasi Nasonal 208.265.720 Orang sampai tanggal 22 November 2021, Pemerintah diharapkan perlu menggunakan sumber daya yang ada. bahkan 5 juta penyuntikan perhari bisa dilakukan selama vaksin tersedia.

Penutup
Kesimpulan
Berdasar materi yg telah kami buat maka dapat ditarik kesimpulan antara lain :

  • Dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 maka perlu penyediaan dukungan pendanaan melalui Dana Desa untuk belanja kesehatan termasuk operasional pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.
  • Menyiapkan dan mendukung pendanaan ditetapkan paling 8 persen dari alokasi dana desa yg ditetap oleh pemerintah dengan memperhatikan tingkat kasus kasus Covid-19 yang terjadi di desa terkena dampak pandemic .
  • Selain itu Pemerintah Desa juga mempersiap dana desa yang diperuntukan kepada masyarakat dalam penggunaan untuk perlindungan sosial dalam tatanan kehidupan bermasyarakat.
  • Pemerintah Desa berupaya untuk menggalang masyarakat ikut serta mengikuti pelaksanaan vaksinasi secara bertahap pertama dan kedua bahkan ketiga.

Saran – saran
Adapun saran berdasarkan materi tersebut adalah:

  • Bahwa dengan tercapainya target Vaksinasi Covid-19, tentu dampaknya dapat menambah derajat kesehatan yang maksimal sehingga roda perekonomian dapat segera meningkat.
  • Diharapkan kepada masyarakat agar tetap mematuhi himbauan pemerintah wajib mengikuti protokol kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan kasus seperti pada penularan babak ke dua kemarin.
  • Bahwa pemerintah perlu mensosialisasikan kepada masyarakat agar bisa dipahami dengan baik seluruh kebijakan yang terkait dengan pentingnya vaksinasi Covid-19,
  • Disamping itu Pemerintah Daerah/ Desa diharapkan dapat mengantisipasi agar lonjakan covid tidak terjadi PPKM Level 3, terutama menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) didepan mata tahun 2021/2022.

 

- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

Kemenag Sulsel Juara 1 Turnamen Bulutangkis Korpri Cup I 2022

ZONAKATA.COM - MAKASSAR Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi-Selatan, Andi Sudirman Sulaiman hadir meyaksikan pertandingan final Turnamen Bulutangkis KORPRI Cup...

Berita Lain

- Advertisement -