Membandingkan Jembatan Kaca Skywalk dan Hongayu, Dengan Pelataran Kaca Burake
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 2 Jan 2019
- print Cetak

int
Penulis : Gibran
Jika dibandingkan dengan jembatan gantung kaca Skywalk Grand Canyon di Colorado Amerika Serikat dan jembatan gantung kaca Hongayu, China harga tiket masuk pelataran (anjungan) kaca di Buntu Burake sangatlah murah.
Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Tana Toraja, Rospita Napa kepada salah satu media di Toraja. Namun sebagian orang membandingkan pelataran kaca Buntu Burake dengan jembatan gantung Skywalk Grand Canyon dan jembatan gantung kaca Hongayu dianggap tidak relevan.
Seharusnya harga tiket masuk pelataran kaca Buntu Burake dibandingkan dengan tiket di Jembatan Kaca Gunung Kidul yang berada di Pantai Nguluran, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang Kabupaten Gunung Kidul atau Jembatan kaca Malang, sebuah jembatan yang melintas di atas Sungai Brantas. Itu baru sepadan.
Karena membandingkan harga tiket jembatan gantung Skywalk Grand Canyon dan jembatan gantung kaca Hongayu dengan pelataran kaca Buntu Burake sangat jauh baik dari segi kontruksi, biaya maupun dari tingkat sensasi yang dirasakan oleh pengunjung.

Skywalk adalah sebuah jembatan gantung yang berbentuk ladam kuda, dengan dinding dan lantai kaca. Skywalk mulai beroperasi pada Maret 2009 dan untuk berjalan dijembatan itu harus membayar sebesar 30 dollar AS.
Sebelum berjalan di jembatan, diharuskan memakai semacam sepatu plastik untuk melapisi alas kaki untuk melindung lantai kaca. Saat melangkah ke jembatan kaca, akan merasakan sensasi berjalan dia atas berketinggian 1.200 meter sambil melihat dasar jurang.
Struktur lantai Skywalk hanya kaca 5 lapis dengan tebal 8 cm. Tapi jembatan yang dibangun oleh seorang pengusaha asal China, David Jin, mampu menopang 72 pesawat Boeing 747 dengan penuh penumpang, jadi keamanannya sangat terjamin.
Sehingga pengunjung dengan nyaman menikmati keindahan dari atas jembatan yang diklaim sebagai satu-satunya di dunia yang bisa merasakan terpaan angin yang lumayan kencang. Sehingga pengunjung seolah-olah terbang seperti elang. Terkenal dengan istilah “where people can fly like an eagle”.

Sementara jembatan gantung kaca Hongayu, China adalah jembatan kaca terpanjang di dunia yang dibuka di Hongayu Scenic Area, Provinsi Hebei, China pada akhir 2017.
Jembatan dengan lebar enam meter itu membentang sepanjang 488 meter dengan ketinggian 218 meter di antara dua tebing di Zhangjiajie Park yang terinspirasi pemandangan di film fiksi ilmiah Avatar.
Proyek konstruksi yang dikerjakan selama tiga tahun ini diklaim membuat beberapa rekor dunia, diantaranya jembatan kaca terpanjang, jembatan kaca dengan transparansi terbaik dan jembatan gantung khusus pejalan kaki paling menakjubkan.
Jembatan Hongayu memiliki lebar empat meter dengan 1.077 lapis panel kaca setebal empat sentimeter. Jembatan ini dapat dinaiki oleh 2.000 orang sekaligus tetapi jumlah maksimal pengunjung yang boleh berjalan bersamaan di jembatan adalah 500-600 orang.

Untuk menaiki jembatan ini pengunjung harus menggunakan sarung khusus alas kaki agar kaca tidak lecet. Bagi pengunjung yang tidak sanggup melanjutkan perjalanan di tengah jembatan, ada petugas yang akan menuntun pengunjung tersebut. (**)
- Penulis: zonakatacom
