fbpx

Konsorsium Yaku-Payopayo Teken MoU Pengembangan Kopi Adaptif di Toraja Utara

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Pengembangan Kopi Adaptif dengan Konsorsium Yaku-Payopayo.

Perjanjian kerja sama itu digelar di Ruang Pola Perkantoran Gabungan Dinas Marante di Kecamatan Tondon, Toraja Utara, Kamis (6/6/2024).

MoU itu dilakukan dalam kegiatan Kick Off Meeting ‘Penguatan Ketahanan Kelompok Perhutanan Sosial Terhadap Perubahan Iklim Melalui Pengembangan Kopi Adaptif’.

Dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Amos Sarungallo mewakili Bupati Toraja Utara dan Direktur Konsorsium Payopayo, Angga Pratama Syamsuddin.

Untuk diketahui, Konsorsium Yaku-Payopayo merupakan organisasi non pemerintah yang beranggotakan Yayasan Aku Rimba Indonesia dan Sekolah Rakyat Petani (SRP) Payopayo yang ditunjuk menjadi pelaksana program Pengembangan Kopi Adaptif di Kabupaten Toraja Utara.

Untuk pendanaan program bersumber dari dana kerja sama Republik Korea (ROK) dan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).

Amos Sarungallo menyambut baik dipilihnya Toraja Utara sebagai daerah pelaksanaan program itu.

“Kerja sama program dengan Konsorsium ini salah satu wujud dukungan pemerintah daerah dalam memajukan kopi sebagai komoditas perkebunan unggulan yang diharap dapat meningkatkan antusias dan kesejahteraan petani kopi,” tuturnya.

Lanjut Amos, ada lima kelurahan/lembang (desa) yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program pengembangan kerja sama yakni Lembang Nanna Nanggala, Lembang Karre Penanian, Lembang Basokan, Lembang Sa’pan Kua-Kua dan Kelurahan Bokin.

“Ada output diperoleh dari program ini yaitu 500 ribu bibit kopi adaptif yang tahan terhadap perubahan iklim dan fasilitas laboratorium serta pembibitan untuk pengembangan kopi adaptif,” ucapnya.

Sambung Amos, ada juga produk kopi reguler yang kompetitif dan terjangkau untuk semua orang dan Platform Sistem Informasi Desa.

“Selain daerah kita dikenal sebagai produsen kopi berkualitas terbaik, juga menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi sebagai lokus pengimplementasian program dengan melihat sebaran tanaman kopi yang sebagaian besar berada dalam kawasan hutan,” pungkasnya.

Diketahui produksi kopi asal Toraja Utara mengalami penurunan signifikan pada tahun 2021 mencapai 7.211 ton dan turun 28 persen di tahun 2023 menjadi 5.168 ton.

Sehingga melalui program Pengembangan Kopi Adaptif, maka produksi kopi di Toraja Utara dapat mengalami peningkatan dan turut berimplikasi pada kesejahteraan petani kopi.

Ris/ZK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

733 Pantarlih Pilkada Tana Toraja 2024 Dilantik

ZONAKATA.COM - TANA TORAJA  Sebanyak 733 petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) dilantik KPU Tana Toraja melalui Panitia Pemungutan Suara...

Berita Lain