KH. Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin) Kandidat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
- account_circle Gibran
- calendar_month Kamis, 2 Mei 2019
- print Cetak

KH. Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin)
ZONAKATA.COM Aktifitas pekerjaan KH. Abdul Ghofarrozin selama ini berhubungan erat dengan dunia kependidikan, selain di pendidikan non formal melalui pondok pesantren juga di pendidikan formal.
Pada pendidikan formal, saat ini KH. Abdul Ghofarrozin atau akrab dipanggil Gus Rozin mengelola lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi dan menjabat sebagai Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Kajen Pati Jawa Tengah.
Gus Rozin adalah seorang santri yang dididik langsung oleh ayahnya KH. A. Sahal Mahfudz (Mantan Rois ‘Am PBNU) sehingga terbentuk karakter profesionalitasnya.
Tidak hanya pada bidang keagamaan, pengalaman profesi beliau sebagai komisaris adalah wujud nyata bahwa karakter beliau dibentuk melalui sisi non-keagamaan pula.
Konsentrasi belajar Gus Rozin fokus pada pendidikan dan kepemimpinan baik di STF Driyarkara maupun di Monash University. Pengalaman pendidikannya yang berasal dari keluarga pesantren ditambah dengan pengalaman mengenyam pendidikan pada lembaga yang diakui kualitasnya membentuk citra diri Gus Rozin sebagai kiai muda yang energik, profesional dan bergaul luas, meskipun beliau baru berusia 40-an.
Sekretaris LP Ma’arif NU PBNU Harianto Oghie menambahkan bahwa Gus Rozin sangat faham terkait rintisan Ma’had Aly yang hari ini diakui sebagai bagian dari modernisasi pondok pesantren.
Dimana Ma’had Aly adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren.
“Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren,” jelas Oghie.
Adapun tujuan Mahad Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.
Sebagai penasihat Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI), KH. Abdul Ghofarrozin bersama perintis lainnya dari dunia pesantren memiliki obsesi besar menjadikan Mahad Aly sebagai wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren.
Artinya, secara institusi, posisi Mahad Aly adalah jenjang Pendidikan Tinggi Keagamaan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal.
Selanjutnya Oghie menyatakan Gus Rozin, sebagai tokoh muda NU yang energik dan memiliki concern pada dunia pendidikan wabilkhusus pendidikan dasar dan menengah, beliau memiliki jejaring yang sangat luas baik dalam negeri maupun luar negeri.
Komitmen kuat beliau “perangi” faham faham “makar” yang perlahan masuk pada dunia pendidikan yang berorientasi memisahkan pendidikan dengan ideologi kebangsaan kita, tidak berlebihan kiranya bila Gus Rozin menjadi kandidat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin yang akan datang.
Selain sebagai Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama atau Asosasi Pondok Pesantren Se-Indonesia, pengalaman KH. Abdul Ghofarrozin mendampingi Presiden Jokowi selama ini sebagai staf khususnya.
“Ini barang tentu menjadi nilai tambah bahwa Gus Rozin tahu apa yang pak Jokowi mau terkait masa depan dunia pendidikan kita yang tak jarang alami rongrongan ideologi luar, ” tegas Harianto Oghie.
rilis
- Penulis: Gibran
