Jalan Hertasning Tuntas Diaspal, Aroepala Segera Dikerjakan Didahului Drainase
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- print Cetak

MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Salah satu fokus utama berada pada ruas Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala di Kota Makassar yang masuk dalam Paket 1 skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025–2027.
Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp2,5 triliun untuk periode tersebut, yang terbagi dalam enam paket pekerjaan Multi Years Project (MYP) serta didukung skema Single Years Contract (SYC) setiap tahunnya.
Khusus Paket 1 MYC memiliki nilai kontrak sebesar Rp430 miliar, mencakup penanganan 13 ruas jalan di empat kabupaten/kota, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba, dengan total panjang mencapai 300,24 kilometer.
Adapun ruas yang ditangani meliputi Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala di Makassar, Jalan Tun Abdul Razak, Jalan HM Yasin Limpo, Burung-Burung–Bili-Bili, Sungguminasa–Malino hingga Malino–Batas Sinjai di Gowa. Sementara di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba juga mencakup sejumlah ruas penghubung antarwilayah strategis.
Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, ZN Ahmad Wildani, menjelaskan bahwa masing-masing ruas Jalan Hertasning dan Aroepala sepanjang 1,8 kilometer menjadi prioritas penanganan dalam paket ini.
Ia menyebutkan, pengaspalan Jalan Hertasning telah rampung hingga eks Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar. Sementara lanjutan ruas hingga perbatasan Kabupaten Gowa yang merupakan bagian dari Jalan Aroepala akan segera dikerjakan.
“Untuk Jalan Hertasning sepanjang 1,8 km sudah ditangani pengaspalan. Selanjutnya hingga perbatasan Gowa masuk Jalan Aroepala dan akan ditangani,” ujarnya.
Lebih lanjut, penanganan Jalan Aroepala akan menggunakan dua metode, yakni pengaspalan dan beton (rigid pavement). Namun, pekerjaan tersebut diawali dengan pembangunan sistem drainase menggunakan U-Ditch beton yang saat ini masih dalam tahap pabrikasi.
“Belum dimulainya penanganan jalan di sana karena kita menunggu pengerjaan saluran terlebih dahulu. Untuk salurannya menggunakan U-Ditch beton,” jelasnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran aliran air saat musim hujan sekaligus meminimalkan potensi genangan dan kemacetan selama proses pengerjaan berlangsung.
Pemprov Sulsel berharap dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar. Ruas ini menjadi prioritas karena memiliki lalu lintas harian (LHR) tinggi serta berperan penting dalam konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Tag:
- Penulis: zonakatacom
